So We
One
Part I
Perjodohan
Gila
Sebuah
rapat sedang dilakukan oleh sebuah keturunan kerajaan di korea yang membahas
tentang keturuna kerajaan sebagai pewaris tahkta yang baru. Kerajaan yang masih
bertahan di era modern saat ini menjadi salah satu keturunan kerajaan paling
kuat karena memiliki banyak saham dan perusahaan yang cukup besar di seoul.
“ini
adalah kurva kualitas para pangeran, dari tahun ketahun terjadi penurunan
kualitas baik dari akdemik, dan beberapa bidang lainnya, ini menjadi suatu
masalah dan pekerjaan bagi kami selaku para pembimbing dan penasehat keluarga
kerajaan, maka kami akan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas
para penerus kerajaan, sesuai pesan dari mendiang raja Kim soon” para orang tua
pun mulai bepikir keras untuk hal itu
“ada
apa ini, bagaimana kualitas ini bisa terjadi penurunan”
“mungkin
ada yang salah dari pengajar, tuan”
“tidak,
sekolah Geurim tidak mungkin memberikan tenaga pengajar dan pembimbimng yang
buruk, aku tahu itu, aku juga pernah sekolah disana, dan lulusan disana adalah
yang terbaik”
“anda
benar tuan, sekolah geurim juga telah memberikan beberapa beasiswa baik didalam
dan luar korea untuk siswa terbaiknya”
“ini
tidak boleh terjadi, aku akan datang kesekolah geurim, untuk menemui anak itu”
“baik
tuan” Kim Moon pun beranjak pergi dengan sekertaris pribadinya Park JungWoon,
menuju sekolah geurim, yang notabennya adalah sekolah unggulan nomor satu di
Korea dan banyak sekali siswa baik dalam korea maupun luar korea yang
mengingikan sekolah disana karena kualitas dan fasilitas yang terbaik.
Lulusannya pun tidak main-main banyak pejabat penting korea dan dunia hasil
dari sekolah tersebut. Para siswa disana adalah siswa yang terbaik yang pernah
ada, dan banyak lulusan yang sudah terkenal
Saat
itu sekolah geurim menjalankan aktivitas seperti sekolah biasa namun disini ada
yang berbeda untuk perlakuan bagi kaum elit dan para keturunan kerajaan atau
pun keluarga kerajaan. Yang terkenal tampan dan cantik sehingga menjadi idola
sendiri disekolah geurim tersebut
”kya
mereka datang…”
“mwo…”
mereka pun menyiap kan kamera mereka untuk memotret keluarga kerajaan yang akan
makan siang. Benar saja beberapa keluarga kerajaan pun datang.
“mwo..
lagi aish..” ‘.naneun Go Joohyun, aku
hanya siswi beasiswa yang karena kebaikan keluarga kerajaan bisa bersekolah di
Geurim, ya aku hanya siswa yang tak terlihat bagi mereka karena aku hanya datang
di sekolah ini hanya karena prestasiku dan kedekatan keluarga kerajaan dengan
keluargaku. Ini hal yang paling kubosankan dari sekolah ini, entah tradisi atau
apa setiap rombongan keluarga kerajaan datang siswa disini seperti sedang
mengarak para artis, padahal kurasa mereka sama saja,mereka siswa di sini
meskipun salah satu mereka adalah pemilik sekolah ini, tapi bagiku tak ada
bedanya mereka juga manusia yang hidup dan akan mati karena menurutku Tuhan
memandang semua manusia sama, karena Tuhan menciptakan manusia sama serti
gambar dan rupa Allah, jadi tidak ada gunanya..’
Sesaat
para keluarga kerajaan pun masuk kearea kantin
“ini Choi Inha, yeoja kaum elit dia
cantik dan cukup terkenal, kemudian dia melakukan oparesi plastic, aku ingin
sekali menyentuh hidungnya, lalu ini Jang GoTae, dia adalah keluarga kerajaan
bukan murni namun ada sedikit keturunan selir atau istri kedua raja, dia cukup
ambisius, lalu wonHee dia juga keluarga kerajaan ayahnya adik dari raja Kim
soon, pemilik sekolah Geurim, kemudian..” Joohyun sedikit
terdiam ketika melihat seorang namja yang cukup ia kagumi
“ini
Park yeol, dia juga keluarga kerajaan ayahnya adalah orang kepercayaan putra
mahkota Kim moon, dia cukup tampan..” sesaat Joohyun melihat seorang namja
di belakang park Yeol
“dan ini dia Kim Joon, dia adalah pangeran
keturunan murni, semua orang iri padanya karena ia memilki segalanya, calon
pewaris takhta utama karajaan dan semua saham milik kakek dan ayahnya” tak
berapa lama seseorang menghentikan lamunan Joohyun
“kya
Joohyun-ah.. kau melihat mereka, lihatlah mereka sangat sempurna bukan”
“ne..”jawab
Joohyun datar
“kya
Joohyun..!!”
“wae..sunhee”
“bisakah
kau untuk meninggalkan buku-buku itu sementara”
“aku
memikirkan ujian, ujian akan datang satu bulan lagi, jika aku tidak mendapat
nilai terbaik aku akan… tidur diluar”
“kya,
orang tuamu tidak akan sekejam itu..”
“na
ara, keurae peratikan saja mereka dan jangan pedulikan aku”
“ah
kau ini menyebalkan”
“ehm..”
“ah..
KYA…!!!”
Kim
Moon pun sampai disekolah sekertaris park pun mengirim pesan pada anaknya
tentang kedatangan Kim Moon, park Yeol yang mendapat pesan dari ayahnya segera
memberitahu Kim Joon
“ayahmu
dan ayahku ada di Geurim”
“mwo..”
“aku
mendapat pesan dari abeoji-ku”
“apa
yang ingin dia lakukan kali ini” sesaat terdengar suara pengumuman untuk semua
siswa masuk kekelas
“PERHATIAN BAGI SELURUH SISWA DIHARAPKAN
DAPAT MASUK KEDALAM KELAS, SEKALI LAGI,BAGI SELURUH SISWA, SELURUH SISWA HARAP
MASUK KEDALAM KELAS”
“aish,,
kenapa ini,, kenapa sudah masuk kelas..” keluh seluruh siswa. Kim moon terus
berjalan bersama sekertarisnya,sedangkan Kim Joon juga berjalan meninggalkan
kelas, meski sudah dicegah dengan Park Yeol
“kau
mau cari mati”
“dia
mencariku, apalagi”
“Joon-ah..,
kajima” Kim Joon pun tetap pergi. Sedangkan Joohyun sedang duduk mendengarkan
earphone di balkon tak berapa lama ia menerima pesan dari sunhee ia pun segera
turun. Dan setelah mereka berjalan dilorong sekolah akhirnya mereka bertemu di
lorong sekolah yang berdekatan dengan tangga
“apa
yang kau lakukan disini, aku sudah memerintahkan semua siswa untuk masuk kelas,
tapi KENAPA KAU DISINI..!!!” suara itu membuat Joohyun kaget dan mencari sumber
suara yang ternyata adalah Kim joon dan appa-nya
“abeoji
kemari untuk menemuiku, jadi untu apa lagi aku masuk kekelas”
“kau
cerdas sekali, pemikiranmu sudah jauh dari yang kupikirkan, TAPI KENAPA TERJADI
PENURUNAN PRESTASI EOH..!!!” joonhyun pun semakin mendekat karena penasaran
“itu
semua bukan karenaku, banyak keluarga kerajaan lain, tapi kenapa harus aku, ada
Gotae dan wonhee, tapi kenapa harus aku”
“karena
kau penerusnya, kau akan jadi putra mahkota”
“hanya
karena itu, semua ini terjadi padaku”
“apa
kau mulai ingin membantah..”
“anyi,
aku hanya ingin meluruskan yang selama ini menurutku salah”
“jadi
menurutmu semua ini salah”
“ya,
termasuk perjodohan yang tak masuk akal”
“kau
menolak perjodohan ini”
“abeoji
ada sesuatu yang..”
“baiklah,
rencana perjodohanmu dengan choi Inha dibatalkan..”
“mwo..”
kaget Joohyun, sesaat kakinya salah menapaki tangga dan ia pun terpelset dan
jatuh
“ahhh..!!!”
braakk
Kim
Joon dan Kimmoon serta sekertaris park pun kaget, joohyun pun kebingungan
“apa
yang kau..”
“apa
kau menguping..”
“euh,,
anyimnida,, cheosuahamnida, keundae, aku baru saja menerima pesan dari temanku
dan aku buru-buru kemudian terjatuh, aku tidak tahu apa-apa, tolong maafkan
kelancang hamba tuan, mungkin hamba pantas dihukum” sekertaris park pun
mengecek ponsel Joohyun
“dia
benar tuan, gadis ini tidak berbohong, dia baru saja menerima pesan dari
temannya 30 detik yang lalu”
“baiklah
kau boleh pergi..”
“ah..
terima kasih banyak tuan, hati anda sungguh besar semoga Tuhan memberkati anda
selalu, akkhh.. auu..”
“sepertinya
kaki anda terkilir nona”
“aniyeo,
na kwaenjana , jangan khawatir”
“antar
dia keruang kesehatan”
“ne-..”
“Kim
joon”
“mwoo..”
ujar mereka semua kaget
“antar
nona ini keruang kesehatan, apa kau tuli putraku” mata mereka pun saling
memandang dengan perasaan sedikit kesal Kim joon pun berjalan menuju Joohyun
“ah,,
tuan tapi aku baik-baik saja, tidak perlu..”
“ini
titah, nona, Go joohyun”
“euh..’
dia mengetahui namaku’” joohyun pun melihat nametagnya. Kemudian Kim Joon pun
memapah Joohyun
“akkhh..”
“apa
sakit sekali”
“ani..”
Kim Joon kemudian menggendong Joohyun, dan membawanya pergi keruang kesehatan
“tuan..”
“aku
rindu dengan sahabat lama, bisakah kita pergi kesana”
“ne,”
akhirnya mereka pergi dari sekolah itu
Sedangkan
Kim Joon membawa Joohyun keruang kesehatan dan menidurkannya di ranjang
“aku
akan.. AAHKK..”
“heuh,
kau ini jangan sok kuat” Joohyun menahan emosinya
“mianhae,
tapi biar aku sendiri yang melakukan itu tuan”
“jangan
berlebihan, aku tidak suka diperlakukan seperti manusia yang istimewa, aku juga
manusia bisa sama sepertimu dan seperti mereka, karena Tuhan menciptakan semua
manusia itu sama bukan”
‘dia juga berpikir sepertiku’
Kim joon pun memberikan salep dan memerban kaki Joohyun
“woah..
kakimu memar, atau memang besar.. heheh..”
“eheheh
kya kau ini” tak sengaja Joohyun memukul bahu Kim Joon, ia pun menjadi kaget
“ah,,omo
mianhae..aku pantas dihukum mati”
“aku
akan memenggal kepalamu”
“mwo..”
“hehe..
kau pikir ini dinasti jeoseon atau georyeo, atau jaman dong Yi, atau putri
seondeok. Kya aku tidak suka perlakuanmu ini, tapi lucu juga” Kim joon pun
membalut kaki Joohyun hingga selesai
“khangsahamnida”
“berikan
ponselmu”
“mwo..”
“kau
berani menentangku”
“ne..”
Joohyun pun memberikan ponselnya,
“berapa
kodenya”
“biar..”
“berapa
kodenya”
“5.8.9.6”
kemudian Kim Joon memeriksa ponsel Joohyun
“oh,
kau mendapat pesan dari temanmu pukul 12.38. kemudian kau jatuh dan bertemu
kami pukul 12.44, lalu kau mungkin membutuhkan waktu turun dari balkon ketangga
yang tadi sekitar 2 menit, jadi kau masih bisa bersantai sekitar 4 menit, yang
berarti kau masih bisa mendengarkami selama 4 menit”jelas Kim joon seraya
mendekatkan wajahnya kearah joohyun
“kya..”
Joohyun berusaha meraih ponselnya
“jadi
kau berbohong tadi”
“bukan
seperti itu”
“sekertaris
park lagi-lagi menyelamatkan seseorang”
“mian,
memang tadi aku berbohong, aku..”
“kau
mendengar semuanya,”
“ani,
ah… kumohon kau percaya denganku”
“begini
saja, kau membantuku dan aku akan tutup mulut karana kau telah membohongi putra
mahkota negri ini”
“ah..
andwaeyo..ah, baikalah kalau begitu apapun itu”
“baiklah,
Go Joohyun siswa yang menerima beasiswa, siswi yang selalu mendapat peringkat
pertama di Geurim, siswi yang tak terlihat ini akan menjadi pelayan Kim Joon
sampai nilaiku menjadi terbaik”
“mwo..”
“kau
menolak..”
“aaa..
geundae..”
“kau
menolak..”
“aandaweyo,
aku akan menerimanya tuan”
“baiklah
aku menyukai itu, pertama ujian akan diadakan satu bulan lagi, dan aku ingin
kau, membuatku naik peringkat”
“tapi
kau juga dijajaran tertinggi”
“benar
dibawah wonhee”
“wonhee..??”
“euhm,
kau bisa melakukan itu”
“ne,
aku akan berusaha”
Sedangkan
Kim Moon datang kesebuah rumah temannya
“ini
rumahnya tuan”
“ya,
kurasa benar” sesaat ia keluar dari
mobilnya, dan tak sengaja sipemilik rumah juga baru pulang bekerja, ia pun
mendekati Kim moon
“neo,
Kim moon”
“ne..”
“aigoo,
aigoo, Kim Moon-ah”
“neo,
Go HanJi”
“ne..”
“aigoo…”
mereka pun berpelukan dan tak lama mereka masuk kedalam rumah, Kim moon pun
melihat jajaran penghargaan milik putrid hanji, dan beberapa foto keluarga
“ini..”
“iya..
itu semua penghargaan putriku, dia memang anak yang pintar namun dia punya
sikap yang pendiam dan sangat polos sekali”
“dia
anak yang cantik”
“kau
benar, dia seperti ibunya.. ah.. yeobu, cepat sediakan minum ada tamu”
“ajhh,
memangnya siapa yang datang..” istri hanji pun kaget melihat kedatangan Kim
Moon
“aigoo,
putra mahkota Kimmoon”
“ne,,
ne.. ne.. jadi selama ini aku tidak bohong bukan, Kim moon ini adalah sahabat
baikku sejak kecil”
“aiggooo,
aigoo, astaga kami sangat malu anda datang dalam rumah kami yang sangat buruk”
“tidak
apa-apa..”
“ayo,ayo
silahkan duduk, cepat kau masakan daging yang enak”
“ne..”
“sudah
sangat lama, kita tidak bertemu”
“ya..
itu sudah sangat lama, tapi ada keperluan apa kau..”
“apa
putrimu bersekolah di geurim”
“ya,
karena beasiswa dan bantuan mendiang tuan Kim soon, putriku bersekolah disana”
“dia
tunbuh menjadi gadis yang cantik dan cerdas, kau beruntung sekali memiliki
putrid sepertinya”
“ne,
aku bersyukur memiliki putrid seperti Joohyun”
“hanji,
bolehkah aku meminta bantuanmu”
“apa
saja tuanku, demi Negara dan persahabatan kita”
Skip
time Joohyun berjalan kesal jika mengingat hari yang ia lalui hari ini
“kenapa
hari ini aku sangat sial, kenapa harus berurusan dengan namja kolot itu,
aaah..”
“baiklah, Go Joohyun siswa yang
menerima beasiswa, siswi yang selalu mendapat peringkat pertama di Geurim,
siswi yang tak terlihat ini akan menjadi pelayan Kim Joon sampai aku naik
peringkat”kata-kata itu selalu terngiang diingatan Joohyun
“sampai
naik peringkat apa dia sudah gila, apa dia ingin mati, jika bukan karena
seorang keluarga kerajaan mungkin sudah kubunuh dia” Joohyun pun sampai
kerumahnya dan memberi salam dia pun kaget karena dirumahnya penuh sekali
barang-barang yang baru, ia pun langsung menuju dapur dan membuka tempat makan
“woah..
eoma, kau memasak daging sapi korea”
“mandi
dulu baru makan”
“ne..!!”setelah
mandi Joohyun lekas kemeja makan dan makan bersama
“noona,
ini semua berkat kau karena kau eomma jadi masak makanan yang enak”
“mwo..”
“kya,
MinHyun tutup mulut besarmu itu eoh..”
“magsudnya..”
“sudah
jangan didengar adikmu ini gila”
“apa,
abeoji dan eomma menyembunyikan rahasia dariku”
“makan
saja, jangan banyak bicara jika sedang makan”
“ne…”
mereka pun melanjutkan makannya,setelah itu mereka menonton tv bersama dan saat
Joohyun melihat siaran kesukaan tiba-tiba ayahnya datang dan mengganti saluran
ke saluran televise milik keluarga kerajaan
“abeoji,
aku sedang melihat EXO oppa”
“saat
ini sampingkan dulu EXO Oppamu, sekarang fokuslah pada satu hal”
“abeoji,
aku selalu menjaga nilaiku baik” sesaat muncullah pemberitaan tentang batalnya
rencana perjodohan pangeran
“kabar yang selama ini menjadi
desas desus dikalangan keluarga kerajaan kini telah diungkapkan salah satu
sekertaris kerajaan sekaligus orang kepercayaan putra mahkota Kim Moon telah
mengkofirmasi bahwa isu yang beredar tentang perjodohan putranya Kim Joon
dengan salah satu putrid pemilik Hyundai group Choi Inha adalah isu yang salah,
dan itu tidak akan terjadi”
“putra dari putra mahkota Kim Moon,
tuan muda Kim Joon tidak pernah dijodohkan dengan putri dari Group Hyundai,
nona Choi Inha, dan itu semua adalah kesalahan”
“lalu dengan siapa tuan muda Kim
Joon akan menikah, apakah dari kalangan keluarga kerajaan atau, kaum elit”
“tidak keduanya”
“mwo,
aneh sekali.. lalu dengan siapa namja kolot itu menikah”
“Joohyun
jaga bicaramu”
“lalu apakah tuan muda Kim Joon
akan dijodohkan dengan kalangan biasa”
“kami belum bisa member informasi
apapun mengenai itu”
“lihatlah
rumitnya hidup di keluarga kerajaan beruntung sekali aku hidup menjadi orang
biasa, hidup dan pribadiku tidak diberitakan seperti mereka, tapi terkadang aku
merasa kasihan karena mereka seolah hilang kehidupan pribadinya” disisi lain
choi Inha kecewa melihat pemberitaan dimedia, ia pun lalu mematikan saluran
televise dan membuang nafas kesal. Dan
disisi lain Kim Joon menemui abeojinya diruangan
“keluarlah
tuan park”
“ne..”
“abeoji,
kenapa kau melakukan ini”
“hanya
member kode padamu dan pada dunia akan siapa yang akan kujodohkan padamu”
“abeoji,
aku ..”
“kau
sudah menolak perjodohan dengan choi Inha karena kalian tidak memiliki hubungan
apapun,karena kalian teman, dan Choi Inha menyukai mu kan”
“abeoji”
“pada
saat usiamu 18 tahun kau harus sudah menikah demi menjaga garis keturunan kita,
dan sebelum aku pensiun dan di usia 20 tahun kau akan diangkat menjadi putra
mahkota seutuhnya, menggantikanku”
“abeoji,
masih ada Gotae, dan wonhee,kenapa harus aku”
“membiarkan
keturunan selir menjabat, akan menjadi kesalahan diaturan keluarga kita,
apalagi mereka tidak murni,ayah Gotae bukan keturunan kerajaan, hanya dari
ibunya dia menjadi keluarga kerajaan, Wonhee, nama kakeknya sudah sejak lama
dihapuskan karena menyalahi aturan kerajaan”
“menyalahi
aturan kerajaan”
“jangan
bermain-main dengan ini Joon, jika kau melanggar maka tidak akan lagi keturunan
murni dari kerajaan, dan ..”
“Kim
Young dia juga bisa”
“apa
kau bisa mencarikan suaminya yang tepat untuk memimpin ini semua”
“abeoji,,”
“aku
akan menghadirkan pembimbing untukmu, sebagai pengajar sebelum kau menerima
tahktamu"
“abeoji..”
“..
dan perjodohnmu..” Kim Joon pun keluar dari ruangan abeojinya
“kau akan dijodohkan dengan putri
pembimbingmu itu, karena keluarganya turun temurun menjadi penasehat keluarga
kerajaan saat hendak naik tahkta, dan ini baru pertama kali sebagai balas jasa
dari keluarga tersebut”
Skip
time
Choi
inha berlari menuju sebuah kafe, dimana Kim Joon sedang menunggunya
“Joon-ah..”
mereka pun duduk bersama
“maaf
sudah melibatkanmu dalam masalah ini”
“tidak,
apa. Aku juga sudah bicara dengan abeojiku dan dia tidak marah”
“ini
semua salahku”
“bagaimana
dengan mu”
“dari
awal, aku hanya bisa diam dan menerima, kurasa akan terjadi masalah”
“kita
konfirmasi saja semuanya,tentang masalah kita”
“belum
saatnya Inha”
“mwo,”
“jangan
sekarang, karena..”
“aku
tahu, masalah perjodohanmu tetap dilaksanakan”
“sebentar
lagi usiaku genap 18 tahun dan aku harus menikah dan menjalin ikatan dengan
yeoja yang sama sekali aku tidak mengenalnya, bahkan melihat dan mengetahui
namanya saja aku belum pernah”
“tuan
pasti tahu apa yang ia lakukan”
Skip
time
Pagi
pun menyambut Joohyun segera bergegas menuju sekolahnya. Dan appanya nya juga
ingin menemui keluarga kerajaan
“appa,
woah kau rapih sekali mau kemana”
“ada
pertemuan penting”
“baiklah
aku berangkat dulu” joohyun pun meninggalkan rumahnya dan berangkat sekolah
“apa
kau sudah memberitahunya”
“secepatnya
setelah ini semua selesai aku akan memberitahunya”
Setelah
sampai sekolah Joohyun melihat Kim Joon dan mencoba menghindar disaat seluruh
siswa berbondong-bondong menghampirinya, namun naas kali ini ia bertemu dengan
park Yeol, yang melihat tingkah aneh Joohyun
“apa
yang kau lakukan” Joohyun tercekat, dan melihat Park Yeol, dia pun kebingungan
mencari alasan
“ah..
aku mencari pin ku yang hilang, ya.. sepertinya jatuh disekitar sini” Joohyun
pun mulai menghindar, dan park yeol melihat pin yang ada di tas Joohyun
“ditasmu”
“mwo…”
“pinmu,
pinmu ada ditasmu” Joohyun pun melihat dan tertawa malu
“ah..hahahaha..
kau benar, terima kasih baru saja aku lupa, aigoo.., bagaimana ini bisa
terjadi, terima kasih”Joohyun lari kabur meninggalkan Park Yeol
“gadis
yang lucu”
Para
siswa heboh membicarakan dengan siapa Kim Joon akan dijodohkan, yang tersebar
lewat internet dan social media lainya, tidak terkcuali Joohyun dan Sunhee
“lihat,
heboh sekali sekolah ini, tapi kurasa orang itu sangat beruntung dapat menikah
dengan Kim Joon yang keren itu”
“beruntung,
kurasa dia orang yang paling sial yang pernah hidup didunia”
“mwo,
apa magsudmu”
“pikirkan
saja, dia menikah diusia muda, kemuadian dia mengikuti aturan kerajaan yang
mengikat, apa dia bisa bernafas jika seperti itu, kurasa hidupnya akan bagai
dineraka, bodoh sekali gadis yang menerima perjodohan itu”
“kya,
aku tidak peduli dengan ucapanmu, namun kuharap gadis itu berasal dari sini”
“benarkah”sesaat
Sonhee melihat Kim dan berjalan mendekat
“aigoo,
Kim Joon kemari..” Joohyun pun menutup wajahnya dengan buku namun Kim Joon
menghampirinya dan membuka buku yang menutupi wajahnya, para siswa pun heran
dengan apa yang terjadi
“ini
hari pertamamu, apa kau ingin menghindar”
“anyimnida..”
Kim Joon pun membawa Joonhyun keperpustakaan dan siswa dikelasnya pun kaget dan
histeris begitu pula saat Kim joon membawa Joohyun keperpustakaan, penjaga
sampai kewalahan menasehati siswa agar tidak beringsik
“buku
apa saja yang harus kupelajari untuk ujian” Joohyun pun memilih beberapa buku
dan ditumpukannya dimeja
“apa
kau ingin membunuhku dengan membaca buku-buku ini”
“mianhae,
tapi ini sesuai permintaan anda tuan muda”
“bisakah
ini.. ahhh, baiklah bawa buku ini”
“mwo,
aku sendiri”
“apa
harus ku teriakan keseluruh siswa disini”
“anyimnida
wangjanim”
skip
Time
Malam
harinya keluarga Joohyunpun bersiap-siap untu pergi kesuatu tempat
“appa,
kita kan pergi kemana”
“kita
akan menemui keluarga kerajaa”
“mwo..
untuk apa kita-“
“ada
sesuatu yang penting yang harus kita bicarakan pada keluarga kerajaan”
“abeoji-ya..”
Joohyun terdiam
“abeoji,
kita tidak mungkin..”
“lusa,
putra mahkota Kim Moon datang, untuk mengunjungi teman lamanya, dan untuk
meminta bantuanku untuk membimbing pangeran untuk meneruskan tahkta”
“ah..
syukurlah kalau begitu-“
“dan,
membicarakan perjodohan kalian”
Flash
back
“bolehkah,
aku meminta bantuanmu”
“tentu,
demi Negara dan kerajaan aku akan melakukan apa saja”
“putraku
Kim Joon harus segera menikah untuk menjaga keamanan tahkta, bisakah kau
membimbingnya”
“tentu
dengan senag hati”
“dan,
kecerdasan putrimu jika bersanding dengan keintelejannan yang baik dari putraku
akan menjadi hal yang baik”
“Kim
Moon”
“bisakah,
kau membantuku untuk menjodohkan anak-anak kita”
“tapi
kami hanya kalangan biasa”
“itulah,
keluarga selir Gong, tidak akan menduga hal ini, karena banyak sekali korelasi
keluarga selir Gong yang akan menghancurkan keluargaku demi ambisinya turun
temurun”
“Kim
Moon, ini akan jadi keputusan terberatku, tolong beri waktu aku semalam untuk
berpikir”
Flash
back off
“dan
tadi pagi, appa sudah memutuskan yang terbaik untukmu”
“appa,
kenapa kau”
“ini
demi keluarga kerajaan dan demi mu Joohyun”
“aku
masih muda, dan aku juga tidak mau berkelut dengan keluarga kerajaan itu”
“maafkan
appa”
“aku
selalu menuruti semuanya, semuanya, tapi kenapa harus perjodohan”
“ada
hal, yang tidak harus kusampaikan padamu”
“Joohyun,
keluarga kerajaan memerlukan keluarga kita”
“eomma,
appa, tapi kenapa harus aku..banyak wanita lain yang kupikir akan lebi
cocok mendampingi pangerang, ini sungguh
keterlaluan, aku.. aku tidak bisa melakukan ini”
“ayah
melakukan ini hanya untuk menjaga keluarga kerajaan”
“ini
bukan tugas ayah lagi, ayah sudah tidak bekerja dilingkungan itu lagi, kenapa
ayah harus begitu”
“ini
titah Joohyun jika tidak ayahmu akan kehilangan semuanya” Joohyun terdiam
“dia
akan kehilangan pekerjaan, dan semuanya..”
“kenapa
keluarga kerajaan mengancam seperti itu mereka sungguh keterlaluan”
“bukan
seperti itu, ayahmu melepaskan diri dari pekerjaan di keluarga kerajaan, namun
untuk tanggung jawabnya dia tidak bisa melepaskan itu, dia masih anggota
kerajaan, jadi eoma mohon Joohyun, ini semua untuk kebaikan kita”
“putra
mahkota sombong itu,pasti berpikir negative tentangku, dia pasti makin berpikir
jika aku hanya ingin memanfaatkannya karena perjodohan ini”
“putra
mahkota Joon, tidak mungkin seperti itu, aku mengetahui sikapnya sejak kecil
dia tidak bisa dan tidak akan seperti itu”
“Joohyun,eomma
mohon, ini untuk terakhir kalinya kau membantu kami”
Other
place
“kau
sudah bersiap”
“siapa
yang akan kita temui”
“pembimbingmu”
“dan
putrinya”
“ehm..”
Kim Joon pun beranjak
“jangan
pernah kau buat keonaran lagi Kim Joon, jika kau membuat onar dalam acara ini
kau akan tahu sendiri apa akibatnya, sekarang ikuti semuanya, jangan pernah
membangkang”
Skip
time
Keluarga
kerajaan pun menyambut baik kedatangan keluarga Joohyun, sesaat saat mereka
masuk, Kim Joon pun melihat kedatangan keluarga Joohyun, ia sangat kaget
melihat kedatangan Joohyun, ia tidak menyangka bahwa orang yang akan dijodohkan
dengannya adalah Joohyun. Joohyun hanyan memandang matanya kebawah dan tak
berani menatap Kim Joon
“bagaimana
kabarmu”
“baik,
terima kasih atas sambutannya kami sangat merasa terhormat”
“baiklah”
“joohyun,
kenapa kau menunduk saja, ayo beri salam” Joohyun pun membungkukan badannya
“abeoji-mu
benar, joohyun-ssi, perlihatkanlah wajahmu itu, bagaimana bisa aku dan kau akan
menikah denganku sedangkan, kita tak saling menatap satu sama lain’
‘apa yang dipikirkan bocah ini’
Joohyun pun mengangkat wajahnya dan menatap Kim Joon
“selamat
malam Nona Joohyun, sudah lama tidak bertemu”
“ne,
hwangjanim”
“
kalian pastinya sudah saling kenal”
“benar,
kami sangat kenal, bahkan belum lama ini kami sangat akrab, bukan begitu
Joohyun-ssi”
“ne,
wangjanim”
“jangan
terlalu kaku begitu, Joohyun” ujar eomma Kim joon
“mungkin
appamu sudah menjelaskan semuanya, padamu tentang rencana pernikahan kalian
bukan, maka malam ini kami ingin kalian lebih dekat satu sama lain, kami akan
biarkan kalian berdua dan mengobrolah, sedangkan kami akan memisahkan diri
untuk mematangkan rencana kalian ini” mendengar kabar itu bagai disambar petir
dimusim kemarau keduanya terlihat sangat kaget dan syok mereka pun saling
memandang kesal dan kecewa.
To
Be continue.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar