Part VII
Cinta tersembunyi 1
Joohyun
berdiri disebuah teras gedung, ia pun melamun seraya melihat pemandangan
sekitar ia memikirkan nasibnya sekarang yang kini berubah total menjadi
tunangan dari seorang putra mahkota Negara, sesaat ayahnya datang
“apa
yang kau lakukan Joohyun”
“appa..”
“kenapa
kau melamun sendiri disini, bukankah harusnya kau menemani Joon disana”
“appa,
ottokhae, nan eobseoseumnida…”
“kau
bisa, kau pasti bisa melakukannya bersama Joon, ini alasan mendiang orang tua
Joon memilihmu, dia tahu kau pasti bisa melewati ini semua dengan Joon, ia tahu
kau adalah orang yang tepat untuk bersamanya, dan appa tahu, sebenarnya kau
adalah yeoja yang kuat dan cerdas, kau pantas bersama Joon dan mendampinginya”
“anya…
appa, ini tak seperti yang kupikir, ini sudah terlalu jauh.. aku tidak pantas
bila bersanding bersama Joon, dia bukanlah pasangan yang cocok untukku,
perbedaan kami terlalu jauh sangat amat jauh, kami tidak bisa bersama”
“perbedaan
itulah yang harus kalian satukan, perbedaan itu akan menjadi sangat indah jika
kalian bisa bersatu dan saling melengkapi dengan perbedaan itu bukan, percayalah
Joohyun kau pasti bisa”
Skip
Time
Joohyun
pun dan keluarganya kini tinggal di rumahnya yang baru untuk alasan keamanan
dan kenyamanan, jarak rumah yang tidak terlalu jauh dari sekolah dan tentunya
dari rumah Joon. Kemudian beberapa hari kemudian pelayang kerajaan datang dan
mengobrol dengan ayah Joohyun, sesaat Joohyun pun mendengar percakapan antara
mereka
“kami
akan segera mengirim guru privat yang professional dan handal untuk nona
Joohyun dan adiknya tuan muda Minhyun, ini untuk alasan keamanan dan..” sesaat
Joohyun menyela obrolan mereka
“ani..
maaf karena tidak sopan, tapi untuk alasan apapun aku tidak berkenan untuk
menghadirkan guru pribadi, aku lebih baik berangkat sekolah seperti murid
biasanya dan jangan khawatir tentang itu” Joohyun pun pergi
“tuan..
maafkan Joohyun”
“tidak
apa-apa tuan, kami akan bicarakan ini dengan tuan muda”
Keesokann
harinya Joohyun beraktivitas seperti biasa bahkan dia naik bus untuk berangkat
sekolah, setiap orang yang menyadarinya pun memotret Joohyun namun Joonyun hanya
memakai Hoodie dan tutup kepalanya kemudian memakai headphone. Setelah sampai
disekolah ia berjalan seperti biasa dan menjadi pusat perhatian para siswa, ia
pun berusaha untuk tetap bersikap biasa, sesaat sebuah mobil sport berhenti
mendadak didepannya, dan tak berapa lama Joon keluar dari sana
“apa
yang kau lakukan”
“aku
hanya melakukan aktivitas seperti biasa apalagi”Joohyun mencoba pergi namun
Joon menahannya
“aku
belum selesai bicara, kenapa kau menolak guru pribadi”
“aku
tidak suka itu dan kupikir itu membuang-buang uang, lebih baik aku sekolah
seperti biasa”
“mwo..
kau tahu..”
“sudahlah,
ini memang harus kita hadapi, memang ini resiko yang harus kita ambil dari
kecerobohan kita yang lalu, kita hadapi saja ini dan jangan terlalu dipikirkan”
Joohyun hendak pergi namun Joon kembali menahannya
“lalu
kenapa kau berangkat sendiri, baiklah kutrima alasanmu untuk menolak guru
pribadi, tapi dengan kau berangkat sendiri akan memunculkan berita yang belum
tentu terjadi dan kabar tidak benar, lihat ini, ada orang yang melihat mu
berangkat sekolah naik bus, dan mereka banyak berkomentar negative,mereka pikir
kau liar,mereka pikir kua tidak kami urus dan kami pedulikan jadi akan banyak
masalah yang terjadi nanti, kenapa baru hari pertama saja kau sudah memulai
masalah”
“
jadi kau pikir aku memulai masalah”
“lalu
kau pikir apalagi eoh..”
“heu..
baiklah kalau begitu, ini memang hal yang harus kita tanggung bukan, kita sudah
memulainya dan sekarang, bisa saja kita mengakhirnya, seperti yang kau pernah
bilang, kita tidak sama, kita berbeda, dan kita tidak akan pernah satu, jadi
untuk apa kau khawatir akan terjadi masalah jika akhirnya nanti kita juga akan
berpisah”
Perkataan
Joohyun melukai perasaan mereka berdua secara tidak langsung, entah apa yang
mereka pikir saat ini namun hati mereka berdua begitu terluka mendengar itu.
Joohyun pun berjalan pergi meninggalkan Joon yang masih terdiam mematung
perasaan Joohyun juga terluka.
Joohyun
pun berjalan menuju atap sekolah dan duduk angin semilir pun menghempas kewajahnya
hingga rambut sebahunya juga ikut terhempas angin musim gugur saat itu. Sesaat
ia mendengar suara langkah, ia pun menoleh kesumber suara yang ternyata adalah
Inha
“choi
inha..”
“neo…”
mereka pun saling terdiam mematung
“apa
yang kau lakukan disini…”
“aku
hanya mencari ketengangan saja, pasti kau sedang menghindari wartawan bukan”
joohyun hanya terdiam, Inha pun tersenyum tak berapa lama mereka pun duduk
bersama
“darimana
kau tahu itu..”
“itu
sudah hal biasa..”
“mwo…”
“uri..
selalu pergi menghindar kemari saat ada wartawan-wartawan”
“uri..?”
“ne..
nan.. Yeol wo Joon,,,”
“keurae,
aku pernah bertemu Yeol, beberapa waktu lalu tapi Joon”
“sebenarnya,
Joon yang menemukan tempat ini, Joon juga sering terlihat disini tapi kurasa
dia disisi lain”
“inha..
mian..”
“untuk…”
“aku
menghancurkan hubunganmu dengan Joon, sebernarnya ini bukan mauku tapi..”
“na
arayo… aku juga tidak bisa berbuat banyak, lagipula jika benar-benar Joon
memilihku, dia akan terluka”
“ayahku,
tidak menyukai kedudukan keluarga Joon diistana, hanya karena dia terlempar
dari garis keturunan keluarga kerajaan, dia tidak menyukainya dan ingin
mengusainya kembali, maka dari itu aku tidak bisa jika bersama Joon, karena dia
bisa saja terluka” Joohyun pun terdiam seolah menyesali sesuatu
“aku
Yeol dan Joon berteman sejak kecil, kami berjanji untuk saling melindungi
terutama aku dan yeol tentu ingin melindungi Joon, karena dia sangat berharga
bagi kami secara pribadi, banyak hal yang telah kami lalui bersama, tapi banyak
hal juga yang membuat aku harus menjauh secara perlahan dari mereka, saat ini
hanya pertahanan yeol yang masih kuat menjaga Joon dan keluarganya, dan
sekarang aku senang ketika kau datang, aku percaya mendiang tuan Kim Moon tidak
salah memilihmu dan keluargamu, pilihannya selalu terbaik dan benar
aku akan membantumu agar gossip akan segera menghilang dan berubah, ayo berfoto bersama” Inha pun memeluk Joohyun dan berfoto, setelah itu ia pun mengunggah keakunnya, tak butuh waktu lama foto mereka berdua pun menjadi viral dan menjadi pembahasan nomor satu menggantikan berita sebelumnya. Para siswa pun heboh membaca SNS
aku akan membantumu agar gossip akan segera menghilang dan berubah, ayo berfoto bersama” Inha pun memeluk Joohyun dan berfoto, setelah itu ia pun mengunggah keakunnya, tak butuh waktu lama foto mereka berdua pun menjadi viral dan menjadi pembahasan nomor satu menggantikan berita sebelumnya. Para siswa pun heboh membaca SNS
“kya..
Choi Inha sedang bersama Joohyun apa yang terjadi”
“apa
mereka habis bertengkar”
“kya
mereka terlihat bahagia dan akrab”
“wah
mereka bagai seorang putrid kerajaan”
Tak
butuh waktu lama Joon dan Yeol pun membaca SNS, WonHee dan Go tae tak ingin
ketinggalan berita, ia mulai membuat kemainstream diruang kelas nomor satu di
Geurim
“kekasih
yang berfoto dengan tunangan” Joon terlihat mengepal tangan mendengar sindiran
Gotae
“harusnya
kau pastikan pilihanmu putra mahkota, mereka berdua mana yang akan kau pilih
nantinya” sindir Wonhee,
“kau
serakah sekali putra mahkota, apa ini turun temurun atau memang ini yang
diajarkan ayahmu” tak tahan Joon berdiri dan hampir memukul wajah Gotae, namun
Yeol menahannya
“banyak
wartawan diluar, masalah akan bertambah rumit, biarkan saja sibodoh ini bicara
omong kosong dan kita abaikan saja”
Joon
memandang sinis Go tae
“kau
terlihat bodoh setiap kau, mungkin kau pikir dengan seperti itu kau terlihat
hebat tapi kau terlihat sama seperti ayahmu, penjilat” gotae pun terlihat murka
dan joon serta yeol pergi setelah itu go tae membanting meja didepannya membuat
siswa dikelas itu melihatnya dan wonhee terlihat tersenyum sinis
Joon
dan yeol pun keluar dan diserbu dengan banyak wartawan mereka pun berlari
menghindar para wartawan dan berhasil bersembunyi dari kejaran para wartawan
mereka pun berlari menuju atap gedung namun mereka bertemu Inha dan Joohyun
“Joon-ah..”
Joon hanya memandang Joohyun dan menariknya Inha pun merasa cemburu dengan hal
itu
“darimana
saja kau, kau tahu kami bingung mencarimu..”
“nan..”
“dia
bertemu denganku dibalkon, kami mengobrol sebentar dan..”
“kau
memposting foto itu..” sela Yeol
“ne,
aku mencoba menolong Joohyun dari pemberitaan miring yang mungkin saja terjadi,
dan postingan itu menggeser berita Joohyun yang berangkat sendiri menuju
sekolah yang mungkin orang pikir ada masalah tapi, itu akan segera hilang”
“gumawo
Inha-ya.. nan…”
“kau
sebenarnya tak perlu melakukan itu, temannku yang bekerja sebagai Hacker sudah
menghapus beritanya dan mencari alamat e-mail yang memposting berita itu, kau
tak perlu melibatkan dirimu untuk ini”
“Joon…”
“aku
hanya ingin membantu, tapi sepertinya kau tak suka”
“kau
pikir dengan kau melakukan ini, Joohyun akan tetap selamat dari incaran
wartawan, dia malah akan makin dicari karena ulahmu”
“Joon,
Inha hanya ingin membantuku”
“Kya
Joohyun-ah.. neo..”
“kurasa
kita harus segera bergegas, atau memikirkan cara keluar dari sini”
“aku
akan membantu”
“tidak,
kami tidak perlu bantuanmu”
“Inha,
kau dan aku kita alihkan wartawan biarkan Joon dan Joohyun pergi”
“bagaimana
caranya..”
Tak
berselang lama, yeol dan Inha memakai pakaian layaknya wartawan
“dari
mana kau mendapatkannya”
“sekarang
tak perlu memikirkannya keluarlah dari ruang belakang, aku dan inha akan
mencoba mengambil alih perhatian wartawan kearah kantin, “
“ne..”
“gumawo
yeol, Inha,,”
“ppali..”
Yeol
dan Inha pun berjalan menuju para wartawan dan berpura-pura meliput sesaat Inha
berpura-pura menerima telepon
“ne…
mwo, putra mahkota dan nona Joohyun ada dikantin..” sontak para wartawan lain
pun menoleh
“ne,
kami segera kesana,terima kasih atas informasinya nona..” Inha dan Yeol pun
berlari menuju kantin para wartawan lain pun mengikuti mereka sesaat para
wartawan lain saling mendahului
Saat
dirasa situasi aman, Joon dan Joohyun pun keluar dan berlari keluar gedung agar
mereka aman, tanpa sengaja Joon menggandeng tangan Joohyun dan Joohyun merasa
makin dalam perasaannya pada Joon, mereka pun berlari keluar gedung sekolah
sesaat mobil pun siap menjemput mereka
“tuan
muda..”
“Joohyun
cepat naik mobil” Joohyun menoleh kearah gedung sekolah
“ppalli..”
Joohyun pun naik mobi itu disusul dengan Joon
Sedangkan
para wartawan saling mencoba mendahului agar sampai dikantin terlebih dahulu
tanpa disadari yeol dan Inha berlari keluar dari barisan wartawan itu, Inha dan
yeol pun bersembunyi, saat sampai dikantin mereka terkejut karena tidak
menemukan orang yang mereka cari
“dimana
putra mahkota Joon dan nona Joohyun”
“bukankah
tadi ada yang bilang mereka disini”
“benar,
tapi siapa, dan dimana dia sekarang” mereka pun bingung dan akhirnya memutuskan
untuk kembali, sedangkan Inha dan yeol bersembunyi sambil menahan engahan nafas
mereka
Sedangkan
Joohyun dan Joon sudah didalam mobil, Joohyun pun melihat kearah sekolahnya
“aku
tak ingin ini terjadi lagi, apa kau bisa melakukan itu”
“ne..
wangjanim…”
“Joon-ah..”
“dan
untuk semua berita itu, aku tidak ingin satupun tersisa dimedia bagaimanapun
caranya berita itu harus terhapus dari media” Joohyun hanya memandang intens
Joon
“mianhae,
aku telah menyebabkan banyak kekacauan hari ini, aku tidak tahu harus bagaimana
lagi, aku tidak berharap banyak kau bisa memaafkanku, karena aku..”
Cuuppp..
joon mengkecep bibir Joohyun, Joohyun pun tak bisa berbuat apa-apa kali ini,
dia hanya bisa terdiam, tak berapa lama Joon melepas tautannya pada Joohyun,
“jangan
banyak bicara lagi, sekarang jangan kau lakukan itu lagi, aku tidak akan membiarkanmu dalam bahaya lagi aku tidak
ingin kau berada dalam masalah lagi, aku tidak ingin kau terluka, ataupun
kenapa-kenapa, jadi jangan buat aku khawatir, arraseo..”
“joon-ah..”
“menginaplah
malam ini karena pasti banyak wartawan yang berada dirumahmu, saat ini tempat
teraman adalah disini”
“joon-ah..
nan..” sesaat pengawal masuk dan menghampiri Joon
“tuan
muda..”
“sekertaris
Maeng..”
“ada
yang ingin bertemu anda” Joon pun melepas genggaman tangannya pada Joohyun
“ne..”sesaat
sekertaris Maeng pun pergi tak lama Joon pun hendak berjalan,namun tangannya
ditahan Joohyun
“nuguya..”
“bukan,
bukan siapa-siapa” Joon pun meninggalkan Joohyun dan berjalan menuju taman
rumahnya, yang ternyata tamu itu adalah Inha
“Joon-ah..”
“apa
yang kau lakukan”
“ani..
kau hanya memastikan jika kau baik-baik saja..”
“heuh..
kau sudah tahu, sekarang kau bisa pulang..”
“Joon..”
Joohyun penasaran dan melihat tamu yang ditemui joon, yang ternyata adalah
Inha, dia pun berjalan makin mendekat
“Inha-ya,
sekarang aku sudah memiliki tunangan, dan aku tidak bisa..”
“kenapa
kau harus memilihnya, kenapa kau harus memilihnya dan bukan aku, aku selama ini
sangat mencintaimu dan aku mengorbankan apapun demimu”
“jangan
lakukan itu Inha, jangan lukai dirimu hanya karenaku, aku tidak ingin melukai
siapapun dalam hal ini,termasuk dirimu”
“tapi
kau telah melukaiku Joon, kau sangat melukaiku, ketika kau meninggalkanku,
bukankah kau pernah mengatakan bahwa kita akan bersama suatu saat nanti”
Joohyun
pun tercekat mendengar obrolan antara Joon dan Inha, bahkan tak terasa ia
menitikan airmata, hatinya begitu terasa pedih saat itu
“kenapa
kau masih mengingatnya, harusnya kau sudah melupakan hal itu dan tak perlu
mengingatnya, kenapa kau harus mengingatnya dan..” Inha pun memeluk Joon dan
mencium bibir Joon, Joohyun yang melihat dari kejauhan tanpa sadar dipeluk dari
belakang agar Joohyun tidak melihat hal tersebut oleh Yeol, namun Joohyun
membayangkan bagaimana tunangannya berciuman dengan teman yang ia pikir sangat
baik
“sejak
kapan kau melihatnya” Tanya Yeol, Joohyun hanya terdiam tanpa suara karena ia
menahan tangisnya
“harusnya
kau tak perlu melihat hal ini, kenapa kau masih saja bertahan, harusnya kau
pergi bukan” yeol pun dapat mendengar isakan Joohyun, sedangkan Joon melepas
paksa tautan bibir Inha
“kau
harusnya tak melakukan itu” Joon pun meninggalkan Inha dan melihat yeol yang
memeluk Joohyun ia pun berlari mendekat, namun sesaat Joohyun melepas pelukan
Yeol dan tanpa sadar secara bersamaan mereka saling berhadapan, Joon pun
melihat mata Joohyun yang habis menangis
“Joohyun..”
“ne..
aku akan masuk kamar”
“apa
kau melihat semua, sejak kapan kau melihat kami” ujar Joon menahan tangan
Joohyun
“lepaskan
aku tuan muda, biarkan aku masuk “
“joohyun-ah..”
“aku
ingin hari anda berasama tamu anda menjadi terganggu tuan muda, dan memang
tidak seharusnya aku menangis, hanya saja aku merasa bersalah, atas kejadian
tadi, aku ingin menenangkan diri sebentar..” Joon berusaha menahan Joohyun
namun tangan Joon dihalangi oleh Yeol
“tuan
putrid, juga butuh menenangkan dirinya tuan muda,lebih baik selesaikan
masalahmu pada Inha” Joon pun melihat Inha melihatnya dari kejauhan
Joohyun
pun berjalan melas dikoridor rumah Joon para pelayan pun menanyakan keadaan
Joohyun
“nona,
apa anda baik-baik saja”
“ehm..
aku hanya perlu istirahat, dan katakana tolong jangan ganggu aku kali ini aku
benar-benar lelah hari ini”
“apa
perlu saya panggilkan dokter nona”
“tidak
perlu pelayan Jung, aku hanya perlu tidur saja” Joohyun pun berjalan menuju
kamarnya dan Yeol mengantar Inha
“disini
saja, kau perlu mengantarku disini saja”
“apa
kau belum bisa melupakannya, sekarang dia sudah melupakannya”
“aku
tidak akan pernah melepas Joon, aku sangat mencintainya dan tidak ingin
kehilangannya”
“sekarang
dia sudah memiliki tunangan dan tanggung jawab besar, apa kau tetap ingin
membebaninya dengan cinta lamamu”
“yeol,
aku tak perlu menutupinya sekarang, bilang saja kau juga menyukai Joohyun
bahkan Joon tidak tahu tentang itu, apa kau pikir aku lupa bagaimana dulu
kalian bisa kenal sebelum perjodohan ini ada”
“Inha,..”
“
kau tak perlu menutupi perasaanmu lagi, sekarang dia didepan matamu tapi kau
tak berani mengukapkan didepan orang yang kau suka, itu adalah hal yang
terbodoh, dan kau adalah pecundang”
“apa
kau sedang mengujiku, Inha lupakan Joon dan biarkan dia..”
“bersama
Joohyun, apa kau juga ingin melepas Joohyun untuk Joon”
“jika
itu bisa membantu Joon, aku akan melakukannya”
“harusnya
aku bisa menjadi sepertimu, tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa melepas Joon
dan aku juga tidak mau melepaskannya” Inha pun pergi meninggalkan Yeol
To be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar