So We One
Part II
Pelayan=Tunangan
“mungkin
appamu sudah menjelaskan semuanya, padamu tentang rencana pernikahan kalian
bukan, maka malam ini kami ingin kalian lebih dekat satu sama lain, kami akan
biarkan kalian berdua dan mengobrolah, sedangkan kami akan memisahkan diri
untuk mematangkan rencana kalian ini” mendengar kabar itu bagai disambar petir
dimusim kemarau keduanya terlihat sangat kaget dan syok mereka pun saling
memandang kesal dan kecewa.
Sesaat
Joohyun dan Kim Joon berjalan menuju kolam dekat taman untuk berbicara. Joohyun
pun hanya terdiam sedangkan Kim Joon sangat kesal dan kecewa
“apa
ini semua sudah direncakan, kecelakaan itu, dan perjodohan bodoh ini, apa semua
sudah direncanakan” Joohyun hanya terdiam
“berbaliklah,
aku bicara padamu, apa kau ingin menentangku” Joohyun pun berbalik
“aku
juga tidak tahu, tentang perjodohan ini, aku tidak tahu bagaimana hwangjanim
bisa kenal dengan appaku, dan apa hubungan mereka aku tidak tahu, aku ..aku
sama sekali tidak tahu bagaimana bisa ini terjadi dan kau bagaimana bisa kau tidak tahu, kenapa kau juga baru tahu malam
ini”
“heuh,
apa kau pikir aku bisa percaya, kau mendekatiku dengan kecekaan tempo hari dan
sekarang kau bertemu dengan ku dalam hal ini”
“heuh..
mwo, apa aku tidak salah dengar, aku mendekatimu, untuk apa aku mendekatimu apa
selama ini aku terlihat mendekatimu, jika saja ini bukan kehendak appaku, aku
tidak akan pernah sudi untuk melakukan pertemuan bodoh ini”
“apa
aku harus mempercayaimu dan keluargamu itu”
“kya..”
“kalian
ternyata sama saja”
“Kya
JAGA MULUTMU ITU..!!”
“apa kau membentakku”
“ahh..
aigoo”
“apa
kau lupa, kau masih pelayanku sampai kelulusan” mereka pun tercekat
“kya,
apa kau tidak bisa bilang pada putra mahkota untuk membatalkan, kau kan putra
nya setidaknya kau bisa”
“kau
tahu terlintas aku muncul sebuah ide, yang berhubungan dengan hukumanmu dan
perjodohan ini..”
“ah../kya..”
“apa
kau berpikir sama”
“ani..
ani..kurasa itu tidak adil bagiku”
“tapi
ini pasti menyenangkan bukan”
“ani,
tetap saja, aku yang dirugikan, aku tidak mau”
“hanya
sementara saja, sampai semua selesai, kau dapat memilih hidupmu dan aku akan
memilih hidupku kita akan berjalan bersebrangan”
“baikalah,
kita jalanni ini seperti biasa saja”
“tidak-tidak
bisa, banyak sekali mata-mata abeojiku terutama disekolah, jadi, tetapalah jadi
pelayanku dan aku akan menjadi temanmu, karena kita tidak sama kita
bersebrangan, kita tidak akan jadi satu bukan”
“ehm..”
“baiklah
kau cerdas juga, tapi tetap saja aku kecewa padamu”
“Kya..”
sesaat keluarga mereka datang
“wah
kalian lebih dekat dari yang kami bayangkan”
“abeoji..”
Joohyun membungkukkan badannya
“kami
akan segera mengumumkan pada pers dan media tentang ini”
“MWO/MWO…”
“waeyo
kenapa kalian kaget”
“abeoji..”
“ini
sudah jadi keputusan”
“Kim
Moon ini sudah malam, bisakah kami pamit pulang”
“apa
kau yakin, baiklah akan ku suruh orang menghantar kalian”
“tidak
perlu kami naik bus atau taksi saja”
“ani,
kalian akan jadi besan ku maka..”
“abeojiku
benar, pembimbing, kalian harus diantar, untuk menjaga keselamatan calon
istriku ini”
“heuh..
Joon, dari mana kau bisa seperti itu”
“sebaiknya
kita cepat pulang, terima kasih atas jamuan malam ini” mereka akhirnya pulang
kerumah mereka
Skip
time
Paginya
saat sarapan Joohyun masih saja diam
“apa
kau masih akan tetap marah, dan menjadi seperti ini”
“aku
sudah selesai, aku akan berangkat” Joohyun pun beranjak
“appa
melakukan ini untuk melindungi Joon” Joohyun terhenti
“sekarang
keamanan kerajaan begitu rendah, putra mahkota ingin mengamankan garis
keturunannya tetap terjaga, maka dari itu kau dinikahkan dengannya”
“jika
dia ingin garis keturunan terjaga dia bisa menikahkan pangeran dengan putri
kerajaan lain, seperti di film dan drama kenapa harus orang biasa seperti kita”
“putra
mahkota lebih tahu apa yang harus ia lakukan”
“dan
harusnya appa tahu, apa yang harus appa dilakukan” Joohyun langsung pergi
meninggalkan ayahnya
“aigoo,
yeobo apa kita batalakan saja perjodohan ini”
“aku
tidak bisa melakukannya, aku sekarang sangat mengkhawatirkan keluarga kerajaan,
karena pengawal Putra mahkota Kim Moon pernah mengatakan bahwa gangster yang
saat ini menjadi buron di back up oleh keluarga kerajaan”
“aigoo,
apa magsudmu,putra mahkota Kim moon”
“tentu
bukan, tapi lebih dari itu aku takut, jika itu mengancam putra mahkota”
To
be countinue

Tidak ada komentar:
Posting Komentar