Part
XII
Keyakinan
hati
Joohyun
berjalan sendiri menuju halte, ia pun menangis dihalte tersebut mengingat
kenangan bersama Joon saat itu, hanya sekejap dan permainan Joon belaka,
Joohyun merasa sangat kecewa dan terluka saat itu, sesaat Yeol datang
“Joohyun
apa yang terjadi” tanpa berpikir panjang Joohyun memeluk Yeol dan menangis,
Yeol pun tak lama dengan sedikit keraguan memeluk Joohyun yang menangis. Tanpa
disadari disisi lain Joon memperhatikan mereka berdua. Joon teringat bagaimana
masa kecilnya dulu
flashback
on
“dia gadis yang manis” ujar Yeol
“eoh… “
“aku menyukainya, aku menyukai
Joohyun”joon kecil pun terdiam
Flashback
Off
“ayo,
kita jalan paman”
“putra
mahkota…”
“aku
tidak apa-apa,..”
Paginya
mereka Joohyun kembali bekerja mengantar susu, sesaat sebuah limosin yang ia
kenali menghampirinya
“apa
kabar, nona Joohyun” Joohyun sedikit ketakutan memilih untuk menghindar tapi
beberapa orang suruhan Miryeok mengepungnya
“apa
yang kalian inginkan..”
“sungguh
memalukan, jika dunia tahu ini bukan, bagaimana jadinya, jika karena ini
reputasi putra mahkota menghilang”
“tolong
biarkan aku pergi, kumohon..”
“jangan
terlalu..”
“apa
kalian tuli..” ujar seseorang dari jauh, yang ternyata saat melihatsumber suara
tersebut adalah Yeol, Yeol pun menggandeng Joohyun
“apa
yang kalian inginkan mengganggu tunangan putra mahkota, bagaimana jika Joon
tahu ini”
“kau
tak perlu ikut campur sampai seperti ini, kau hanya seorang anak asisten, jadi
jangan bertingkah laku, seolah Joohyunlah kekasihmu” mereka terdiam dan
tersentak
“atau
memang kalian sebenarnya pacaran” Yeol hendak memukul, namun Joohyun menahan
tangannya hingga susu yang ia bawa jatuh dan pecah
PRACCKKK…
“berhenti
yeol, kumohon tuan, pergilah, dan tinggalkan kami..”
“sungguh
mengejutkan, tunangan putra mahkota berpacaran dengan temannya sendiri, aku
ingin tahu bagaimana respon Joon tentang ini” mereka pergi meninggalkan Yeol
dan Joohyun
Joohyun
dan Yeol pun duduk di tangga dekat kejadian itu terjadi, Joohyun pun member
Yeol susu
“minumlah,,
ini sangat segar dan menyehatkan”
“kenapa
kau masih bekerja seperti ini, aku berulang kali mengatakanuntuk meninggalkan
perkerjaan ini, tapi kenapa kau..”
“aku
tidak bisa” Yeol melihat Joohyun intens
”aku
tidak bisa meninggalkan pekerjaan ini, karena jika aku meninggalkannya aku akan
sangat susah mendapatkannya”
“tapi..”
“mungkin
saat ini aku bisa saja mendapatkan perkerjaan yang aku inginkan, tapi bila joon
benar benar melepaskanku, aku dan keluargaku akan lebih sulit mendapatkan
perkerjaan dari sebelumnya..”
“apa
kau berpikir Joon akan melepaskanmu..”
“entahlah,
aku memang berpikir jika kami, tidak pantas bersama, perbedaan antara kami
sangatlah jauh, joon adalah batu berlian yang sangat indah dan mulia, sedangkan
aku hanya kerikil dijalanan yang hanya pantas disingkirkanm jarak kami begitu
jauh, kami bersebrangan dan tidak akan pernah jadi satu, dan aku terlalu
terlena sehingga aku lupa siapa aku sebenarnya..”
“apa
kau pikir, joon akan benar-benar melakukannya setelah apa yang terjadi”
“kupikir
ini adalah permainan, dan akan ada akhirnya..”Yeol memeluk Joohyun
“aku
akan tetap disampingmu, apapun terjadi padamu, aku akan selalu ada disaat kau
butuh”
Disekolah
joohyun duduk dibalkon sambil mendengarkan music dan membaca buku,
“jadi
kau sering disini”
“go
tae..” go tae pun duduk disamping Joohyun
“apa
yang kau lakukan disini”
“kau
sendiri..” Go tae mencabut salah satu earphone ditelinga Joohyun
“kau
suka music klasik seperti ini”
“ne..
karena itu bisa membuat tenang..”
“apa
Joon… menyakitimu..”
“tidak,
tidak ada yang menyakiti dan disakiti..”
“lalu
apa yang membuatmu, seperti dalam keadaan sedih,”
“tidak,
tidak ada..” Go tae memeluk Joohyun
“jangan
bersedih, aku tidak ingin melihatmu bersedih…”
“go
tae.. apa yang kau lakukan..”
“aku
menyukaimu, Go Joohyun, tetaplah bersamaku,,”
“kurasa
kau salah bicara, aku akan pergi saja jika seperti itu..” Joohyun melepas
pelukan Go tae dan berlari pergi. Saat pergi menuju kelas Joohyun bertemu Joon
dipersimpangan
“berhenti,
aku ingin bicara padamu..” ungkap Joohyun
“kita
bisa bicarakan ini kapanpun kita mau, karena waktu kita masih lama sampai acara
perpisahan lusa malam bukan”
“kau
benar, masih sangat lama”
“syukurlah,
kau mengingatnya karena kau pikir kau lupa..” Joon pun pergi meninggalkan
Joohyun
Go
tae berjalan dan beretmu dengan wonhee,Go tae acuh dan pergi
“apa
kau menyukai Joohyun,,,”
“apa
yang kau bicarakan..”
“kau
mendekati Joohyun apa kau menyukainya…”
“kau
terlalu bodoh,atau aku terlalu cerdas dalam beracting”
“apa
magsudmu..”
“mana
mungkin aku menyukai gadis seperti itu…”
“Jang
Go Tae..”
“Joon
begitu mencintai Joohyun, apa kau tidak merasakan hal itu..”
“apa
kau ingin cari mati, bicara itu padaku…”
“aku
tahu, kau sangat menyukai Joon, tapi sadaralah perasaanmu itu tak terbalas,
Joon mencitai Joohyun bukan Inha, apalagi dirimu..”
“kya…”
“kau
pikir, Inha yang selalu ada disampingnya ia abaikan hanya karena Joohyun
apalagi dirimu..”
“lalu,
kenapa kau mendekati Joohyun Jika kau tidak menyukainya”
“kau
pikir apalagi selain ingin menghancurkan Joon…”
“mwo…
Joon sangat mencintai Joohyun, dan kupikir jika aku melakukan sesuatu pada
joohyun, apa yang akan Joon lakukan..”
“kau
pikir kau akan berhasil, Joon bukanlah pria bodoh seperti mu, dia lebih cerdas
dari yang kau pikir, dia tahu mana yang harus ia lakukan, jadi kurasa kau harus
berhati hati” Wonhee pergi meninggalkan Go tae
Pada
saat makan siang joohyun pun makan bersama soo ah, dan banyak siswa yang
memperhatikannya
“Joohyun,
apa kau akan pergi kepromnight dengan Joon”
“tidak,
aku tidak akan pergi kesana”
“mwo..
apa yang kau…”
“aku
tidak akan pergi keacara itu, tidak apa itu kurang jelas”
“apa
yang sebenarnya terjadi, apa kalian bertengkar”
“tidak
ada apa-apa, tidak ada masalah dengan kami, hanya saja aku menyadari keadaanku
sekarang, bahwa aku dan Joon tidak seharusnya bersama”
“Joohyun
setelah selama ini yang kalian kalian lalui”
“sebenarnya
ada apa” mereka pun menoleh kesumber suara yang ternyata adalah inha, inha pun
duduk
“ada
apa, apa kau dan Joon..”
“Inha,
sebenarnya aku, tidak bisa hidup seperti ini, aku tidak bertahan bersama
disamping Joon, dia bukan orang pantas untukku, dan aku sudah sadar itu,
harusnya aku sadar ini sejak awal, tapi karena aku takut, aku jadi tidak bisa
apa-apa”
“tidak,
Joohyun ini tidak..”
“terima
kasih Inha.. karena semua ini aku jadi sadar siapa aku”
Joon
berdiri dibalkon sekolahnya sesaat Yeol datang menghampirinya
“untuk
apa kita harus bertemu disini, kita bisa bicarakan apapun seperti biasa, tidak
perlu kau lakukan ini”
“ini
tentang Joohyun..”
“sepertinya
ada yang harus kujelaskan denganmu tentang bagaimana hal yang sebenarnya”
“Joon..”
“saat
itu, dia ketahuan menguping dan menipuku, dan ini yang harus ia lakukan karena
telah berbuat seperti itu, pada keluarga kerajaan, dia harus melayaniku dan
menuruti segala perintahku selama ini sampai nilaiku membaik dan kelulusan, dan
ini akan segera akan berakhir, dan kami menyadari hal ini maka itu kami
memutuskan untuk mengakhirinya, sebelum semua terlambat”
“mwo…
jadi…”
“tidak
ada yang harus kuperjuangkan untuknya”
“lalu
bagaimana dengan Joohyun dan keluarganya, lalu bagaimana dengan keluarga
kerajaan yang lain, apa kau tahu jika kau melakukan ini, kau akan mudah
disingkirkan oleh mereka, dan kau kehilangan tahktamu”
“itu bisa kutangani, dan untuk Joohyun, apa kau
tidak menginginkannya”
“Joon…”
“aku
tidak ingin persahabatan kita hancur karena wanita, jika aku akan melepas
Joohyun, kuharap kau bisa mendapatkannya, dan menjaga lebih baik dari pada aku”
“kenapa
kau melakukan ini pada Joohyun, apa kau tidak memikirkan perasaan Joohyun, lalu
bagaimana dengan perasaanmu”
“jadi
kau pikir aku mencintainya”
“Joon..
kau..”
“bagaiamana
perasaanmu sendiri, kau sendiri mencintainya dan kau menahan perasaanmu”
“apa
kau akan melepas Joohyun..”
“apa
pertanyaan itu harus ku jawab..”
“kau
tidak bisa melakukan ini”
“kau
bisa pergi, sebelum aku bertindak kasar sebagai seorang teman..”Yeol mengepal
tangannya dan pergi, Joon pun menghela nafasnya
dalam
Joohyun
pulang kerumahnya dan segera masuk kamarnya, ibunya yang melihatnya merasa aneh
dengan sikap Joohyun
“setelah
mandi, cepat bantu ibu membereskan barang”
“ne,
eomma..”setelah masuk kamarnya Joohyun merebahkan badannya kekasurnya, dia pun
melihat kalung yang diberikan Joon saat mereka bertunangan. Saat makan malam ia
makan dengan lemas. Keluarganya sedikit heran dengan Joohyun
“tidak
biasanya kau makan tidak lahap”
“noona
akan menghadiri acara malam kelulusan
lusa nanti, jadi dia diet”
“aku
tidak akan datang kemanapun”
“MWO/MWO…!!!”
“tidak
perlu terkejut seperti itu”
“kya
joohyun apa yang kau bicarakan..”
“Joohyun
Noona apa dia gila… kau tidak mungkin tidak datang, lalu bagaimana dengan putra
mahkota Kim joon”
“entahlah,
yang penting aku tidak akan datang kemanapun dan siapapun..”
“apa
yang terjadi, apa kau bertengkar dengan putra mahkota”
“tidak..”
“katakanlah..”
“appa…”
“terserah
kau saja” sesaat ponsel Joohyun berbunyi,
“ne..
yeobeoseo..” ia pun mengangkat teleponnya dan keluar, saat keluar ada Inha
didepan rumahnya. Inha pun menyerahkan sebuah bingkisan
“aku
ingin kau datang memakai ini”
“bukankah,
aku bilang, aku tidak akan datang”
“aku
akan sangat marah, jika kau tidak datang”
“Inha”
“jangan
pikirkan tentang Joon, kita lupakan saja dia, apapun masalahmu dengan Joon aku
tidak ingin tahu dan aku tidak peduli, aku hanya ingin kau datang disana, ini
adalah perayaan kita, jangan hanya karena Joon atau siapapun kau tidak hadir
diacara kelulusanmu,”
“gumawo…”
“ehm..
aku pulang, aku ingin kau hadir dengan pakaian ini kau pasti sangat cantik”
Inha pun pergi
Paginya
Joohyun kembali bekerja membagi bagikan susu, namun saat ini seperti ada yang
mengikutinya, dia mencoba mengabaikannya. Tanpa disadari orang yang
mengikutinya itu memotret Joohyun
Skip
time
Inha
sedang duduk dicafe, sesaat Joon datang dan duduk didepannya
“apa
kau menunggu lama”
“tidak,
aku senang menunggumu”
“ada
apa kau ingin menemuiku”
“kau
selalu sama, kau selalu ingin to the point dengan masalahnya, kau tidak suka
bertele-tele, itu hal yang membuat aku selalu teringat padamu”
“apa
yang sebenarnya ingin kau katakana”
“Joon,
aku tidak tahu kenapa kau dan Joohyun saat ini sangat jauh, dan aku tidak
peduli dengan itu, aku hanya ingin kau jujur dengan perasaanmu kini, entah
salah atau tidak, kurasa saat ini kau membohongi perasaanmu, kau tidak ingin
ini terjadi bukan, kau dan Joohyun..”
“apa
hanya ini alasanmu ingin bertemu denganku..”
“tidak,
sebenarnya, jika kau memang ingin melepas Joohyun, ingatlah aku, aku akan
selalu berada disisimu, tapi kumohon, kau harus jujur dengan perasaanmu”
“kau
ingin aku jujur dengan perasaanku, baiklah jika itu kau inginkan, aku sangat
mencintai joohyun” Inha tersentak dengan pengakuan Joon
“mwo..”
“benar,
aku sangat mencintainya, bahkan saat ini ketika aku jauh darinya ini sangat
menyiksa, dan aku hampir mati rasanya dengan ingin, aku tidak bisa membongongi
perasaanku, jika aku mencintainya, yang dipikiranku dan hatiku hanya Joohyun”
“lalu
kenapa kau melakukan ini padanya,kenapa kau menjauh darinya, jika kau
mencintainya kenapa kau lakukan ini”
“..
aku tidak tahu, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk melindunginya,
karena banyak orang yang ingin menghancurkanku, tentu saja kesalamatan Joohyun
juga terancam, aku tidak ingin hal itu terjadi pada Joohyun, hanya itu cara aku
melindunginya”
“jadi
ini alasanmu melakukan hal ini, apa alasan ini juga yang membuat kau juga
menjauhiku saat itu..” joon terdiam
“Joon,
kenapa kau pikir dengan melakukan ini kau bisa melindungi orang yang kau cintai, apa kau tahu bagaiamana
perasaanku saat itu, aku begitu hancur, tapi saat ini apa kau akan melepas
Joohyun seperti yang kau lakukan dulu padaku”
“..
tidak… aku tidak akan melepaskan
Joohyun, meski aku harus kehilangan segalanya, meski mereka akan melakukan
apapun padaku, asal aku masih bisa melindungi Joohyun, aku akan mengorbankan
segalanya..” inha meitikan airmatanya
“baguslah,
setidaknya saat ini kau tidak akan mengulangi hal bodoh seperti dulu yang kau
lakukan, tapi kau harus melindungi dirimu sendiri juga”
“terima
kasih, kau telah membuatku sadar, apa yang harus kulakukan”
“Joon,
bolehkah aku menangis dipelukanmu” Joon pun memeluk Inha, tanpa disadari ada
yang diam-diam memotret mereka
Malamnya
Joohyun bersiap-siap untuk pergi keacara kelulusan, sesaat ayah Joohyun masuk
“appa..”
“ada
apa sebenarnya kau dengan Joon, apa kalian ini bertengkar”
“appa,
aku hanya merasa aku menyadari seperti apa aku, dan apakah aku pantas dengan
Joon”
“apa
selama ini joon menyinggung tentang statusmu, kurasa putra mahkota tidak akan
mungkin melakukan itu padamu, kau tidak yakin dengan perasaanmu sendiri, kau
dan Joon kalian sama sekali tidak bisa membohongi perasaan kalian, kalian
saling mencintai dan hal itu tidak bisa dibohongi, apa kau yakin Joon
benar-benar melakukan itu padamu”
‘geundae..”
“setelah
yang kalian lalui, apa kau pikir semudah itu Joon melepaskanmu”
“appa”
Joohyun memeluk ayahnya
To
Be continue