so we one
Part III
Teman, Sahabat, Cinta
Joohyun
berjalan malas kesekolahnya mengingat dia pasti bertemu dengan Joon, ia pun
melihat Joon dan yeol yang berjalan bersama dengan beberapa siswa yang
mengerumininya seperti biasa, begitu pula dengan Joon yang memperhatikan
Joohyun, namun mereka berdua tk luput dari perhatian Yeol. Joohyun pun seolah
malas dengan kelasnya hari ini dia masih memikirkan ucapan ayahnya tentang
perjodohan ini. Sampai akhirnya Joon menemui Joohyun yang sedang duduk disaat
jam olahraga
“ikut
aku”
“sirheo”
“ada
yang ingin kubicarakan”
“katakana
saja disini”
“aku
tidak bisa bicarakan itu disini, dan jika aku melakukan itu, apa kau mau tahu
seluruh sekolah tahu jika..” Joohyun pun membungkam mulut Joon
“ne..
jangan bicara apa-apa” Joon pun melepas tangan Joohyun
“kau
bisa membuat mereka berpikir yang aneh-aneh, dengan caramu”
“apa yang dilakukan Joon”
“omo.. apa mungkin”
“diamlah..”
ujar yeol melempar bola kering dan tepat sasaran. Kim Joon lantas membawa
Joohyun dengan menarik lengan Joohyun, Yeol pun tak mengedipkan mata melihat
Joohyun, Inha pun melihat Yeol sedikit aneh.
“aku
sudah memikirkan ini sejak semalam dan membuatku tidak bisa tidur”
“kau
tidak ingin ini terjadi, kau ingin ini batal bukan”
“tidak,
kali ini kau salah, aku akan mengikuti semua yang abeoji ku inginkan, dan
kuharap kau sependapat denganku”
“..
ne, nado..”
“heuh,
benarkan kau menyukaiku”
“mwo..
museun..”
“kau
pasti tidak bisa menolaknyakan, kemewahan dan segalanya, kau dan keluargamu
tidak bisa menolak itu”
PLAAKK
tamparan tangan Joohyun berhasil mendarat dipipi joon
“kau
boleh mencaciku sesukamu, bahkan menjadikanku pelayanmu, asal kau jangan pernah
hina keluargaku, memang kami dari kalangan yang biasa, tapi jangan pernah
sekali-kali kau menghina kami, setidaknya kami bekerja untuk mendapatkan uang,
tidak mengharapkan dari keluargamu, aku sebenarnya setuju akan perjodohan ini,
tapi kenapa saat melihat perlakuanmu aku jadi urung kembali” Joohyun pun pergi
meninggalkan Joon sendiri.
Sikap
dingin Joohyun tak berhenti sampai situ dia tetap berdiam diri dan menyimpan
kesedihannya dalam hatinya
Dia
pun duduk sendiri dibalkon sekolah saat jam istirirahat sambil mendengarkan
music, sesaat sia terusi saat mendengar seseoang berjalan menuju balkon, dan
setelah melihatnya ia adalah yeol
“Park
Yeol”
“kau,
JooHyun apa yang kau lakukan disini”chanyeol
duduk disebelah joohyun
“kau
sendiri”
“aku memang sering kemari, dan kau”
“ah,
aku hanya sedang merasa kesal dan bosan jadi aku ingin sendiri dan mendengarkan
music”
“ah..
aku sudah tahu tentang perjodohanmu dengan Joon”
“heuh,kabar
itu, tentu saja kaukan teman dekatnya”
“kurasa
kau yeoja paling beruntung didunia ini”
“beruntung
apanya, aku malah merasa, adalah yeoja
paling sial yang pernah hidup”
“tidak,
kau akan tahu nanti betapa beruntungnya dirimu, Joon memang tampak menyebalkan
tapi dia adalah orang yang paling baik yang pernah aku kenal didunia”
“kau
bercanda. Kau itu hanya membual, aku tahu itu”
“tidak,
aku berkata sejujurnya. Bahkan aku merasa aku juga salah satu orang yang
beruntung karena dapat mengenal Joon”
“mwo..”
“kau
akan tahu, mengapa aku berkata seperti ini, walau kelihatannya dia orangnya
menyebalkan tapi Joon orangnya Hangat, sangat perhatian, peduli dan lembut,
seperti sosok ibu yang aku inginkan,dia menjadi pengganti eommaku,saat eomaku
meninggal, aku sering berkeluh kesah padanya dan dia pasti akan membantuku apapun
caranya, walau itu membahayakan dirinya, karena dia pernah kecelakaan karena
menolongku”
“mwo..”
Flashback
on
“yeol,
tunggu..” ‘saat itu aku sedang sedih
karena kepergian eomaku, aku tidak bisa berpikir apapun, aku terus berlari
sampai ditengah jalan ada sebuah minibus yang hilang kendali, aku hampir
tertabrak, tapi Joon mendorongku, hingga dia yang tertabtak”
“yeol,
wihome..!!!” BRAAKK
‘aku melihat Joon terluka, kabarpun
tersebar luas akan kecelakaan itu, tapi keluarga Joon menutupinya dengan alasan
joon nenolong seekor anak anjing, untuk melindungiku dan keluargaku dari
netizen dan politisi yang ingin menghacurkan ayahku, sejak itu aku merasa
berhutang budi padanya seumur hidupku’
Flashback
off
“hehe..
kau sudah melakukannya”
“mwo,”
“kau
yang menemani Joon selama ini, aku berpikir walau hidup penuh kemewahan dan
berlimang harta namun Joon adalah orang yang kesepian, dan dia menutupinya
dengan sikapnya yang menyebalkan itu”
“hehehe..
iya kau benar bagaiamana kau tahu, tapi itu tidak sebanding dengan apa yang
Joon telah lakukan padaku”
“heehehehe..aku
tahu saja, pastilah orang sepertinya seperti itu, tapi aku kesal saja jika dia
menunjukan sikapnya itu, jika saja dia bukan putra dari putra mahkota mungkin
aku sudah menedang bokongnya”
“hahahah..
kau lucu sekali”
“aku
tidak percaya, bisa senyaman ini ketika bicara denganmu”
“apapun
itu, nona”
“kya,
jangan seperti itu..aku tidak suka saat kau bicara seperti itu”
“tapi
memang seharusnya aku memanggilmu nona bukan”
“panggil
saja aku seperti biasa, kitakan teman jadi tidak perlu seperti itu”
“teman,,,???”
“ah..magsudku…”
“aku
suka, aku suka itu..”
Skip
time
Joohyun
berjalan ditrotoar jalan dan sesaat ada sebuah mobil datang berhenti
kearahanya, Joohyun pun mencoba menghindar, sesaat pintu mobil itu terbuka dan keluarlah
seorang yeoja yang lebih muda darinya 2
tahun
“anyeong..”
Joohyun menundukan tubuhnya
“kya,
eonnie kau lebih tua dariku, kenapa kau memberi hormat”
“mwo..”
“naneun,
Young,Kim Young.., Kim Joon Oppa dongsaeng”
“ah..
“
“tidak
perlu begitu.., ternyata kau terlihat menyenangkan, ayo masuk aku ingin
mengorbrol denganmu” akhirnya tanpa sungkan Joohyun pun masuk
“kau
tahu aku ingin sekali punya eonnie, yang bisa aku ajak apapun, seperti
berbelanja dan melakukan hal-hal yang kusuka”
“ah..
tapi kaukan ada pelayan dan teman”
“ah..
itu, abeoji sangat khawatir denganku, jadi dia mengirim guru pribadi dirumah,
jadi aku tidak sempat punya teman banyak”
“oh,,
mianhae..”
“kwaenjana..
eoh.. EXO..”Young melihat Pin yang ada diTas Joohyun
“neo
joah..”
“ne..ah,
bagaimana jika kita nonton konser bersama, kita akan nonton dikelas VVIP”
“m.-mwoo..!!
VVIP, ah.. tapi aku sudah membeli tiket dikelas biasa”
“mwo..
jadi kau juga suka..EXO..”
“ne..”
“ahh..
kau senang sekali bisa mengenalmu, akhirnya aku juga punya teman seorang
EXO-L.., aku akan mendaftarkanmu agar kau mendapat Id card”
“aku
sudah punya..”
“ah..
Jinjja.. aaahhh… eonnie..” setelah sampai
“gumawo..”
“eonnie,
kau harus sering main kerumahku atau aku akan main kerumahmu, karena abeoji
pasti menyetujinya..”
“ne..”
“anyeong
eonnie..” Joohyun pun masuk kerumahnya
“aku
pulang..”
“joohyun-ah..”
“ne..”
“cepat
mandi lalu makan..”
“ne..”malamnya
setelah makan malam selesai Hanji pun menemui Joohyun dibalkon rumahnya
“ini
sudah malam dan dingin cepat masuk..”
“appa..”
“Joohyun”
“ne,”
“apa
kau sudah memutuskannya..”
“ne..aku
bersedia dijodohkan dengan pangeran”
“maafkan
appa tentang ini”
“tidak
apa-apa, lagi pula aku juga harus membantunya juga”
“joohyun
jika kau..”
“appa,
aku tidak apa-apa..” Hanji pun memeluk putrinya, sedangkan diluar sana sebuah
mobil yang ditumpangi Jang miryeok mengawasi rumah hanji
“ini
rumah yeoja itu..”
“ne..”
“awasi
terus yeoja itu, dan bocah pengganggu itu”
“ne
tuan..”
To
be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar