so we one 10



Part X
Perasaan yang tidak bisa dibohongi

Inha datang dan pelayan Shin pun menyambutnya
“ada apa anda kemari”
“ujian tinggal dua minggu lagi, dan aku mengkhawatirkannya”
“anda memang perhatian dengan yang mulia sejak dulu”
“tapi joonmyeon ada dimana” Inha pun berjalan menuju ruang perpustakaan dirumah Joon dan melihat Joon yang memandang Joohyun, Inha pun terlihat sangat kecewa, tak berapa lama ia melihat Joon mencium Joohyun. Ia pun meremas tangannya menahan perasaannya, ia pun menahan linangan airmatanya. Sesaat ia ditarik seseorang yang membawanya keteras rumah
“apa yang kau lakukan” Inha hanya terdiam
“kenapa kau tetap disana, saat kau melihat itu”
“itu bukan urusanmu Yeol..”
“pulanglah, aku tidak ingin terjadi masalah jika kau disini”
“mwo… apa kau bilang..”
“aku hanya tidak ingin terjadi masalah lagi, saat ada yang tahu kau disini aka nada yang memanfaatkan itu, untuk menghancurkan Joon”
“bisakah kau berhenti melindungi Joon, kau selalu berusaha melindungi Joon tanpa memikirkan dirimu sendiri, kau selalu berusaha melindungi Joon tanpa tahu bagaimana perasaanmu sendiri, lalu bagaimana dengan perasaanmu sendiri pada Joohyun”
“jangan bahas itu disini, ara…” Yeol pun meninggalkan Inha pergi, Inha mendecak kesal
Joohyun terbangun diranjangnya
“apa aku tertidur”
“apa tidurmu nyenyak”
“kya.. apa yang kau bicarakan”
“apa kau ada acara minggu ini”
“kurasa.. aku..”
“kita akan berlibur kejeju.. aku akan…”
“aku tidak bisa… pergi sejauh itu…”
“wae…”
“ aku tidak bisa pergi sejauh itu”
“heuh,,begitu…” Joon pun berdiri sedikit kesal
“temui aku jam 3 sore dinamsan, aku akan menunggumu disana..”Joon pun pergi
“ehh,, kya,, kenapa kau memutuskan seenak saja seperti itu”
Skip time
Malamnya Joohyun pun melamunkan Joon, sesaat ayahnya masuk
“apa kau sibuk,,,”
“appa..”
“kau akan berkencan dengan Joon besok”
“appa.. bagaimana …”
“jangan pernah kecewakan dia”
“ehm..??”
“joon, adalah namja yang baik, dia juga adalah namja yang bertanggung jawab”
“appa, kau tak perlu memujinya seperti itu”
“berjanjilah padaku, jika kau akan selalu bersamanya”
“eoh,,, appa..”
“apa kau tidak mencintainya..”
“eh,. Eoh,,”
“apa ada namja lain yang kau suka..”
“itu…”
“ayah mohon, jangan kecewakan ayah,,,”
“geundae.. appaa…”
“sudahlah, tapi ayah berpesan agar jangan sampai kau melukai dirimu sendiri, katakanlah semua yang kau rasakan, jangan buat dirimu menyesal diakhir” ayah Joohyun pun pergi

Skip Time
Paginya sebelum matahari terbit Joohyun kembali mengantar susu dari rumah kerumah dengan semangat ia mengantar susu, saat sampai diujung jalan sebuah mobil berhenti didepannya dan inha keluar dari mobil tersebut. inHa melempar senyum pada Joohyun. Mereka duduk bersama dan Joohyun pun memberikan susu pada Inha
“minumlah…”
“ehm..”
“kau pasti menyukainya..”
“ehm.. mashipta.. heheuh..”
“ah…”
“kau pasti bertanya kenapa aku menemuimu”
“heol… bagaimana bisa…”
“aku bisa menebaknya, aku hanya ingin menemui dan berbicara dengan temanku..”
“chingu..”
“aku.. ah.. sebenarnya bagaimana perasaanmu dengan Joon dan Yeol” Joohyun yang sedang meminum susu pun hampir tersedak ia pun lantas memandang Inha
“Inha..”
“aku tahu, mungkin kau berpikir aku bodoh atau semacamnya, tapi aku melihat kau sangat dekat dengan keduanya, aku jadi iri denganmu”
“sebenarnya..”
“aku tahu, kau pasti berpikir aku tidak bisa melupakan Joon, tapi kau benar jika kau berpikir seperti itu..”
“eoh..”
“tapi jangan sampai perasaanku ini merusak pertunanganmu dengan Joon, kurasa memang dia tidak memiliki perasaan denganku, aku hanya berharap lebih padanya”
“Inha..”
“kau tak perlu tidak enak hati, atau semacamnya, karena kaulah yang berhak dengan Joon bukan aku”
“mian.. jika karena aku hubunganmu dengan Joon jadi rusak, aku berjanji Joon juga akan memperhatikanmu, dan kau jangan khawatir, aku…”
“jangan paksakan itu..” Inha pun beranjak
“Joon, kurasa dia sudah mempunyai perasaan denganmu, kau tak perlu melakukan apapun untukku agar Joon bisa melihatku, karena aku akan berusaha sendiri, apa kau akan bertahan sebagai pengantar susu”
“ehm.. eh.. ne..”
“kau harus hati-hati, jangan sampai ada yang tahu bahwa kau adalah pengantar susu, karena itu akan berbahaya, aku pulang dulu dan terima kasih untuk susunya sangat segar” Inha pun pergi

Skip Time
Joon sedang belajar sesaat ia mendapat pesan dan foto Joohyun bersama Yeol,
“apa kau kaget” Joon pun sangat kaget dan langsung memandang Yeol intens, ia kembali membalas pesan itu
“jangan sebarkan lagi foto itu, berikan softcopynya dan aku memberimu berapapun yang kau minta”
“mudah saja, aku tidak akan menyebarkannya tenang saja, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi selanjutnya” Joon sedikit tersulut emosi, Yeol pun sedikit curiga dengan tingkah Yeol
“apa kau mengancamku”
“tentu tidak, aku hanya hadir sebagai pelengkap kebahagiannmu yang mulia” Yeol menaruh curiga dengan Joon yang bertingkah aneh. Setelah guru mereka keluar Yeol pun menghampiri Joon
“apa ada masalah” Joon pun memandang Yeol, sesaat Go Tae melihat mereka, sedangkan Joon hanya meremas tangannya lalu beranjak WonHee pun menengok mereka, Joon hanya terdiam sambil memandang Yeol
“Joon, apa ada masalah..?? kau tidak apa-apa”
“heuh ne.. kweanjana..” Joon menepuk nepuk bahu Yeol dan pergi, Yeol pun tak melepas pandangannya dengan Joon
“ada apa ini, seperti biasa pengawal yeol, mengkhawatirkan majikannya, andai aku juga punya pelayan setia sepertimu” Yeol mengepal tangannya
“apa kau tidak pernah berpikir, kau hanya dianggap sebagai anjing peliharaannya saja”
“tidak, aku tidak akan merasakan itu, jika kau bisa memperbaiki sikapmu, kau juga bisa memilki teman” yeol pun pergi, kemudian Wonhee beranjak
“jangan terlalu mencolok, sikapmu itu terlalu mencolok kau tahu” Wonhee pun pergi
Sedangkan Joohyun sedang duduk ditaman, dia melamunkan perkataan Inha tentang perasaannya pada Joon, dia pun merasa bersalah pada Inha
“harusnya aku tahu aku akan melukai seseorang..”
“kau benar..”jawab seseorang yang ternyata Wonhee
“nona Wonhee..”
“baguslah kau masih memanggilku seperti itu, kudengar kau bersikap seolah dirimu istemewa dikeluargaku”
“tidak, bukan seperti itu”Wonhee pun mendekat
“harusnya kau tahu diri, kau hanya gadis tidak tahu diri, yang beruntung mendapatkan Joon, harusnya Joon sadar siapa yang harus ia lihat saat ini, bukan gadis pengantar susu sepertimu” Joohyun pun kaget dan melihat Wonhee
“kau kaget mendengarnya, bagaimana jika seluruh dunia tahu, jika tunangan putra mahkota negeri ini adalah seorang pengantar susu, dan siswi yang beruntung karena adanya  beasiswa digeurim, aku tidak akan tahu bagaimana malunya Joon jika semua orang tahu ini, apa kau pernah berpikir seperti itu”
“aku akan melakukan apapun, jangan lakukan itu pada joon”
“heu,, pergi dari kehidupan Joon apa kau mau..”
“apa yang kau…”
“pasti kau..” sesaat tangan Wonhee ingin menampar Joohyun namun dihalangi oleh Inha, inha pun membanting tangan Wonhee
“KYA…!!”
“pergilah..”
“kya Choi Inha..”
“apa Joon perlu tahu ini” Wonhee melirik sinis inha, sedangkan Joohyun melihat keduanya kebingungan
“heuh.. kita sama-sama mencintai Joon bukan, jadi kau jangan terlalu melindunginya, bukankah dia juga membuatmu kesal karena tidak bisa memiliki Joon”
“jaga bicaramu..”
“heuh.. aku hanya memperingatkan gadis jalang ini,jangan sampai karena ulahnya ada seseorang yang harus terluka”Wonhee pun pergi, Inha pun melihat Joohyun yang terlihat ketakutan
“kau tak perlu takut, Joon pasti akan melindungimu..”
“eh..??”
“aku sahabat Joon, meski seperti apapun, Joon akan berusaha melindungimu”
“lalu bagaimana jika Joon atau yang lainnya” Inha terdiam
“kau jangan khawatir, Wonhee hanya mengancammu, dia tidak akan berani melakukan itu, lagipula kau harus tahu, siapa posisi Joon itu tidak akan terjadi, jadi kau jangan khawatir.. aku pergi dulu..”
Joohyun pun melamunkannya dijalan hingga dia naik bus, dia sangat khawatir dengan Joon dan yang lainnya dengan ancaman Wonhee, ia pun melihat ponselnya yang mendapat pesan dari Joon
“apa kau lupa”
“tenanglah, tunggu sebentar aku sedang perjalanan kesana”
“kau dimana, apa perlu aku menjemputmu”
“tidak perlu aku hampir sampai”
“KYA… jangan sampai kau terlambat aku tidak suka menunggu terlalu lama”
“ne..” Joohyun pun turun dari bus ia pun berjalan menuju namsan Joon pun menunggu diluar pintu gerbang Namsan, namun karena ia tidak sabar ia pun mencari Joohyun. Joohyun pun berjalan menyebrangi jalan namun sebuah mobil melaju kencang menuju Joohyun.Joohyun puntak sadar hingga mobil itu berjarak dekat dengannya, namun seseorang memeluknya dan mendorong tubuhnya kepinggir jalan, mereka pun jatuh dipinggir jalan
“kwaenjana.. Joohyun-ah..”
“Yeol..” mereka pun melihat mobil yang mencoba menabraknya kabur
“apa kau mengenal mobil itu..” Yeol terdiam
“Joohyun..” mereka pun menoleh kearah sumber suara
“Kim Joon” ternyata Joon yang berdiri melihat mereka dari tadi, ia pun melepas kepalan tangannya dan menghampiri Yeol dan Joohyun, ia pun segera melapor polisi

Skip Time
Joon pun mengobati luka lecet pada siku dan lengan Joohyun, Joohyun tak melepas pandangannya pada Joon
“aku bisa mengobatinya sendiri”
“diamlah..”
“mian…”
“untuk apa kau minta maaf”
“karena aku tak mendengarkanmu” Joon menghentikan aktivitasnya dan menoleh kearah Joohyun
“mereka akan segera menemukan mobil itu”
“mungkin dia tidak sengaja melakukan itu”
“lalu mengapa dia kabur saat  hampir menabrak kalian”
“mungkin dia ketakutan”
“apapun alasannya, dia mengancam nyawa orang lain”
“bagaimana dengan Yeol..” Joon terdiam
“dia juga terluka, apa kau sudah melihatnya”
“tentu saja, aku akan kesana setelah aku mengobatimu”

Other Place
“jangan sampai ketahuan”
“baik, nona..”
“kau sudah menghapus platnya dan mengganti seluruh onderdilnya”
“seperti yang anda katakan nona” Wonhee pun memberikan mereka sejumlah uang
“pergilah keluar kota, bahkan keluar negeri, ajak semua keluargamu, itu lebih dari cukup untuk membeli rumah dan membuat usaha baru”
“baiklah nona”
“pergilah..dan bila terjadi sesuatu, jangan sampai kau sebut namaku, atau jika tidak nasib istri dan kedua anakmu akan berakhir”
“tentu, saya akan menjaga semuanya”
“kau bisa pergi sekarang” penjahat itu pun pergi meninggalkan wonhee

Other Place
Yeol sedang mencoba mengobati lukanya, sesaat Joon masuk dan menghampirinya, ia pun merebut kotak obat dan membantu mengobati lukaYeol
“lihat apa yang kau lakukan..”
“aku baik-baik saja aku bisa melakukannya sendiri”
“kenapa begini, tapi aku berterima kasih karena kau telah menyelamatkan Joohyun”
“aku mendengar kau pergi kesana, karena aku khawatir aku jadi kesana, dan ternyata Joohyun dalam bahaya, bagaimana keadaanya apa dia terluka parah”
“sama sepertimu, dia mengalami lecet dan memar”
“syukurlah..”
“kalian tampak dekat..” Yeol pun terdiam dan melihat Joon
“Yeol, kau tahu aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu, aku tidak tahu jika kelak aku lahir kembali apa aku bisa mendapat sahabat sepertimu, aku tidak tahu jika kita tidak ada kau saat ini mungkin aku … aku tidak bisa berkata apapun, terima kasih telah menjadi temanku”
“Joon..”
“Yeol apapun yang terjadi, tolong, tetaplah jadi sahabatku, aku tidak tahu harus bagaimana jika tanpamu”
“ehm.. tentu Joon, tentu saja”

Skip Time
Malam pun tiba dan Pelayan pun mengantar makan malam dikamar Joohyun
“apa yang kalian lakukan, aku bisa turun dan makan sendiri”
“ini adalah perintah putra mahkota”
“kenapa orang itu selalu melakukan hal gila.. ah,, kupikir tak perlu berlebihan seperti ini, bawa ini semua kebawah dan aku akan makan bersama dibawah”
“putra mahkota dan perwakilan kerajaan sedang ada pertemuan dengan presiden Korea, lalu nona Young dia sedang menjalani terapi pasca kejadian tempo hari”
“ah.. baiklah, jadi tidak ada satu pun orang yang ada disini”
“ne..” akhirnya Joohyun menyantap makanan ini sendirian
“membosankan sekali..” Joohyun pun mencoba menelfon keluarganya, tapi ia terlalu takut mereka khawatir dengan keadaannya. Akhirnya Joohyun pun pergi keluar ia pun melihat kediaman Yeol disebrang perumahan kerajaan dan tidak lama melihat Joon yang sudah pulang bersama beberapa perwakilan kerajaan
“presiden sangat terkesan dengan anda, tuan, diusia semuda anda, putra mahkota bisa menghandle semuanya”
“ehm.. pulanglah, terima kasih untuk malam ini”

Skip Time
Joon menyalakan shower mandi dan mandi ia pun mengingat kejadian yang menimpa Joohyun, saat Yeol yang memeluk Joohyun untuk menyelamatkan Joohyun dan pesan dari orang misterius yang mengirim gambar Joohyun dan Yeol dibalkon. Joon keluar kamar mandi dan kaget dengan hidangan yang tersedia dikamarnya
“apa ini..”
“kau pasti lelah dan lapar, jadi aku menyiapkannya..”
“heool.. kau menganggetkan saja” Joohyun pun menyiapkan makanan untuk Joon
“kau semuanya yang menyiapkan ini”
“aku bosan karena aku makan sendiri, jadi aku pikir untuk menunggumu aku akan memasak sekalian dan makan bersamamu” Joon terdiam
“apa kau tidak menyukainya..”
“gumawo, ayo kita makan..”
“maaf karena aku hanya memasak ramyeon, tapi kuharap kau suka” Joon mengingat ketika masa kecilnya ia makan bersama Joohyun
“aku suka, sangat suka, dulu waktu aku masih kecil aku diajak seorang gadis kecil makan bersama, karena pada saat itu pertemuan kami sungguh mendadak..” Joohyun pun terdiam
“mwo..”
“aku bertemu dengannya, karena dia menangis, ponsel ayahnya hilang dan dia tidak berani pulang, setelah mendapatkan ponsel itu dia mentlaktirku makan ramyeon”
“kya.. apa magsud dari ceritamu itu, kau apa kau kenal.. tidak… apa kau Joonmyeon..” Joon meletakan sumpitnya dan menggegam tangan Joohyun
“ne.. nan Joonmyeon, anyeong si cengeng Joohyun..”

Skip Time
Joon dan Joohyun tidur seranjang mata mereka pun saling memandang satu sama lain
“bagaimana bisa, kau..”
“saat itu aku menyamarkan namaku, agar orang orang tak mengetahui jati diriku sebenarnya, jadi aku berbohong”
“apa kau selama ini tahu..”
“iya, aku tahu, awalnya aku juga tidak menyangka kalau kau Joohyun yang aku kenal dulu, karena kau dulu begitu lemah dan cengeng, tapi sekarang lihat dirimu, kau Juara kelas 2 Hapkido dan sekarang pasti tidak ada yang menyangka, kau adalah Joohyun..”
“heuh.. bagaimana aku bisa tidak mengenalmu, padahal aku..” Joon menggengam tangan Joohyun
“Joohyun aku berjanji akan menjagamu, apapun dan bagaimana pun, sekalipun aku harus mengorbankan nyawaku tapi aku akan melakukan itu demimu.. karena aku mencintaimu”
“Joonmyeon.. kau tahu betapa aku merindukanmu” Joohyun pun memperat pelukannya pada Joon
“jangan pernah pergi lagi meninggalkanku lagi,”

To Be Continue



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

esther_blogspot

So We One

esther_blogspot