so we one 9



Part IX
Mencoba
Pagi pagi sekali  Joohyun mengenakan jaket Hoodie tebal berjalan menuntun sepedanya sambil membagikan susu dirumah rumah warga, sesaat seseorang memperhatikannya dari dalam mobil dan memotretnya
“apa perlu gambarnya kami ekspos nona”
“jangan terlalu terburu-buru, kita lihat sampai sejauh mana dia kembali ketempat yang seharusnya ia tempati”
Joohyun pun meletakan susu terakhir disebuah rumah, sesaat orang dalam rumah itu keluar dan melihat Joohyun, Joohyun pun menghindar pergi
“kya, nona apa kau tuan putrid Joohyun”
“ah.. bukan kurasa kau salah orang, aku hanya pengantar susu biasa”
“benarkah..” orang itu pun masuk dalam rumahnya kembali Joohyun pun menarik nafas lega, saat hendak pulang seorang namja bersepeda motor berhenti didepannya ia pun melepas helm yang ia kenakan, yang ternyata itu adalah Gotae
“Jang Gotae..” mereka pun bersantai di sebrang sungai Han, Joohyun pun member Gotae sekotak susu
“ini minumlah”
“gumawo..”
“ne, apa yang kau lakukan pagi pagi sekali”
“aku baru pulang dari rumah temanku dan kebetulan aku melihatmu dan kurasa aku ingin minum susu”
“kya.. apa yang kau bicarakan”
“apa ada masalah, kenapa kau pergi dari..”
“aku hanya pulang kerumah apa itu masalah, ini adalah rumahku dan mereka adalah keluarga, kejadian kemarin membuatku khawatir dengan Minhyun dan orang tuaku. Maka aku memutuskan untuk pulang”
“bukankah kau dan keluargamu sudah tinggal di Daegu”
“disana terlalu intens penjagaannya,dan keluargaku kurang nyaman, jadi kami memutuskan untuk kembali, tapi tetap saja, sekarang banyak sekali cctv diarea rumahku, dan itu sangat mengganggu”
“beginilah hidup dilingkungan keluarga kerajaan, aku juga muak dengan semuanya, takhta, garis murni kerajaan, hak waris dan semuanya, itu menjijikan ditelingaku”
“kupikir hanya joon saja yang berpikir seperti itu”
“joon, apa kau menyukainya”
“kenapa kau bertanya seperti itu”
“benar pasti kau bicara seperti itu, pasti seperti itu responmu”
“gotae..”
“aku harus pulang atau jika tidak, aku akan mati dengan ayahku” gotae pun pergi meninggalkan joohyun sendiri, Joohyun pun pulang kerumahnya dan segera bersiap siap untuk sekolah, ia pun sarapan dimeja makan
“kya, Joohyun-ah.. makanlah, kau pasti sangat merasa bersalah atas kejadian itu, lalu bagaimana dengan putri young sekarang, ah.. kasihan sekali dia pasti trauma karena kejadian ini”
“aku sudah selesai makan, aku berangkat dulu” Joohyun berangkat meninggalkan keluarganya diruang makan..”
“mwoo,.. kya joohyun” saat Joohyun keluar rumah ada jemputan dari keluarga kerajaan menyambutnya. Ia pun kaget
“aigoo, menganggetkan saja, kenapa kalian disini”
“kami diperintahkan untuk selalu menjemput anda nona”
“aku.. akan naik subway saja, eoh..”
“ini sudah titah putra mahkota, nona” joohyun pun tak ada pilihan lain selain menaiki mobil jemputannya itu, setelah sampai disekolah, ia pun diperhatikan semua siswa dan siswi sesaat Yeol datang dari belakang dan berjalan bersamanya
“anyeong..”
“yeol-ah..”
“bagaimana tadi malam, kau pasti tidur nyenyak”
“tentu, rumah sendiri lebih nyaman disbanding istana megah kalian itu”
“kurasa seperti itu”
“bagaimana dengan Young, apa dia sudah baikan”
“ehm… Joon pun memperketat penjagaan kali ini, dan untuk Young dia memilih untuk memindahkannya keluar negeri”
“mwo..!!”
“joon tidak mau terjadi sesuatu seperti ini lagi pada Young, jika kondisi Young benar-benar pulih dia akan memindahkannya keluar negeri”
“eodiseo.. dimana Joon akan memindahkan Young..”
“Vancouver…”
“lalu bagaimana dengan Young sendiri”
“tentu, Young menolaknya, tapi, Joon pun tak bisa berbuat apapun, ini sudah dikomitekan oleh keluarga kerajaan, dan Joon tidak bisa menolak itu”
“komite..”
“ehm..” Joohyun pun melihat sekeliling
“keurom, Joon eodinya..”
“ada pertemuan di Hokaido, jadi…”
“ini tidak bisa biarkan..”
“mwo..apa magsudmu..”
“Young, kenapa komite memutuskan hal sepihak seperti itu, lalu Joon, dua minggu lagi akan diadakan ujian, dia harus belajar”
“ini Geurim, semua bisa dikendalikan oleh komite kerajaan, semua bisa disesuaikan…”
“ani.. bukan seperti itu.. tetap saja itu tidak adil dan akan menimbulkan berbagai spekulasi,”
“kau begitu perhatian..”
“ehm..”
“Joon selalu beruntung, dari dulu dan sekarang..”
“mwo.. apa yang kau bicarakan”
“anyeo…” yeol pun meninggalkan Joohyun dengan penuh tanda Tanya, saat Joohyun sampai dikelasnya ia pun duduk dibangkunya, seperti biasa dia pun memasang earphone agar tidak mendengar obrolan siswa lain, sesaat Sunhee datang dan mendengar celoteh para siswa mengenai Joohyun
“kya, lihat dia sekarang,dia hanya beruntung mendapat jakpot point, dikeluarga kerajaan”
“pasti dia dan keluarganya adalah penjilat”
“ah… aku tak bisa bayangkan bagaimana dia bisa menjadi tunangan Joon”
“tentu saja dia merayunya, ah ternyata, wanita jalang ini”
“KYA…!! APA YANG KALIAN BICARAKAN”
“AISH.. WAE..”
“apa yang kalian gunjingkan itu tidak benar, cepat minta maaf pada Joohyun, ATAU KALIAN AKAN TAHU AKIBATNYA”
“cih.. Kya..lalu kau mau apa eoh”
“AISH… BOCAH INI…!!!”
“sunhee, kemanhae..” cegah Joohyun
“biarkan saja mereka..”
“kya, Go Joohyun bisakah kau ajari kami merayu keluarga kerajaan eoh.. aku ini pandai sekali eoh..”
“tarik ucapan kalian, aku sedang tidak ingin ribut..”
“woah.. anak ini…”
“KYA…”
“apa yang kalian ributkan..” ujar Gotae dari pintu
“Jang Gotae..” siswi pengganggu itu pun duduk pergi menghindar
“kya, jika salah satu dari kalian mengganggu Joohyun, kalian harus bertemu denganku dulu.. ara..” Gotae pun pergi, semua terdiam, Joohyun pun mengejar Go tae
“Go tae..!!”
“wae..”
“kya, seharusnya kau tak perlu melakukan itu, sikapmu tadi menurutku..”
“mereka pantas menerima itu, kenapa kau malah seperti ini”
“kya..bukan begitu, pasti mereka”
“jika mereka melakukan itu lagi..” Go tae pun mendekatkan wajahnya kewajah Joohyun
“katakana padaku eoh..” sesaat Yeol menarik jauh Go tae
“Yeoll…”
“apa yang kau lakukan..”
“heuh.. park Yeol.. wae, apa kau juga ikut campur dengan masalah Joohyun, apa kau tidak puas selalu ikut campur masalah Joon”
“mwo..”
“Joohyun, dia hanya tunangan Joonkan, jadi bebas untuknya melakukan apapun sesukanya saat ini”
“kya.. jangan dekati Joohyun”
“wae, apa hanya kau saja yang boleh mendekatinya, apa kau saja yang boleh memendam rasa pada Joohyun” Yeol pun mencengkram kerah baju Go Tae
“kya.. kau apa kau tidak bisa menjaga bicaramu”
“kemanhae..” Joohyun mencoba melerai
“yeol, hentikan, tolong lepaskan Go tae..” Yeol melepas kerah Go tae dan menarik pergi Joohyun ke balkon
“Yeol… apa yang..”
“kya Go Joohyun, ada yang ingin aku katakana..”
“Yeoll.. nan,,,”
“aku tahu mungkin ini gila, aku tidak seharusnya mengatakan ini, tapi aku hanya ingin saat ini kau setidaknya bisa mengingatku..”
“a..apa magsudmu..”
“bukankah awalnya kau menyukai..”
“Yeoll ini harusnya tidak…”
“Joohyun..” Yeol pun memegang tangan  joohyun
“nan.. niga johanya…” mata Joohyun membulat dan segera melepas gengganman tangan Yeol
“Yeol..”
“aku memang gila, kau boleh mengatakan ini pada Joon, atau siapa pun Joohyun, selama ini aku memperhatikanmu, dan kau pikir kau istimewa, jadi aku pikir wajar jika aku mencintaimu”
“yeol.. aku… aku tidak tahu harus berbicara apa..”
“aku sudah tahu, saat ini kau adalah milik Joon, dan aku jahat jika aku memaksamu membalas cintaku, tapi..” Yeol kembali menggenggam tangan Joohyun
“jika kau membutuhkanku, ingat aku selalu ada disampingmu” tanpa disadari ada seseorang yang memotret mereka
“Yeol.. aku tidak bisa berbicara apapun denganmu saat ini, tolong biarkan aku pergi” Joohyun melepas genggamannya dan pergi meninggalkan Yeol
Skip time
Joohyun pun berjalan pulang sesaat sebuah limosin mewah datang menghampirinya, sesaat kaca mobil terbuka
“eonnie…”
“Young….” Mereka pun naik mobil bersama
“syukurlah saat ini kau sudah pulih, tidak sepenuhnya, tapi, setidaknya aku terhibur saat bertemu denganmu eonnie.., eonnie, kenapa eonnie pergi, aku dan Joon Oppa sangat khawatir, tapi syukurlah kami mendengar kau pulang kerumah”
“Joon”
“ehm, siang tadi setelah pulang dari luar negeri dia mencoba menghubungi pihak sekolah dan orang tuamu”
“keurom dia sudah dirumah.. dia mencarimu, kupikir dia merindukanmu”
Skip Time
Joohyun pun masuk kerumah Joon bersama Young
“eonnie, akan kusiapkan sesuatu”
“mwo.. kya.. Young…” Young pun berlari meninggalkan Joohyun, sesaat Joon dari lantai atas melihat Joohyun
“kau kemari..”
“ah.. ne.. jeonha..”
“ada apa denganmu, kenapa kau seformal itu”
“bagaimanapun anda…”
“ashhistt.. kya apa kau kemari karena merindukanku”
“ah.. sebenarnya, aku kemari,karena ujian tinggal dua minggu lagi dan kau belum belajar”
“ehmm…” saat masuk keruang pribadinya Joohyun pun melihat setumpuk buku pelajaran, dia pun tercengang
“bagaiamana mungkin… kya kau sangat sibuk bagaimana kau bisa membaca buku sebanyak ini”
“saat aku ada waktu luang, dan untuk membuang rasa kesalku, dan saat aku memikirkanmu, aku pikir lebih baik membaca buku”
“mwo…” Joon pun duduk
“anja..” Joohyun pun duduk dan membuka buku
“ayo kita mulai..”mereka pun mulai membahas satu persatu materi yang ada dibuku, tanpa terasa terkadang mereka saling memandang, waktu pun berjalan hingga Joohyun tertidur, Joon pun mendekati wajah joohyun yang tertidur pulas Joon memandang wajah Joohyun, dan mengingat awal pertama mereka bertemu dulu
Flashback on
Seorang gadis kecil sedang menangis dibawah perosotan, tak berapa lama, ada seorang anak laki-laki datang dan duduk didepannya
“waeyo, kenapa kau menangis disini”
“neo nuguya..”
“nan, .aku kebetulan lewat dan melihatmu menangis, aku ikut ayahku menemui temannya, dan disekitar sini adalah rumah nenek temanku, lalu kenapa kau menangis”
“aku seddih, aku takut pulang karena aku takut ayahku marah”
“apa kesalahanmu hingga ayahmu marah”
“aku menghilangkan barang miliknya, aku menghilangkan posel miliknya”
“mwo, bagaimana bisa”
“entahlah, aku disuruhnya mengambilnya ditoko servis, tapi karena aku melihat buku yang menarik aku lupa menaruhnya, dan aku takut pulang, dia pasti marah” anak laki-laki itu pun mengulurkan tangannya
“apa yang kau lakukan”
“aku akan menemanimu mencari ponsel ayahmu”
“apa kau berkata benar”
“tentu, itu  agar kau berhenti menangis” akhirnya Joohyun kecil tersenyum
“gumawo..” mereka pun mulai mencari ditempat tempat Joohyun lewati satu persatu,  mereka pun mencari kesemua tempat dengan teliti dan akhirnya mereka menemukannya
“kya,, apa ini ponsel ayahmu”Joohyun pun mendekat dan saat melihatnya ia tersenyum
“woah… benar, kau benar.. ini ponsel ayahku” Joohyun pun memeluk anak laki laki itu, anak laki-laki itu pun kaget
“ah..aha.. gumawo..”
“ne..”
“sebagi gantinya aku akan menuruti semua keinginanmu”
“mwo.. semuanya.”
“ne…” sesaat terdengar bunyi keroncongan
“apa kau lapar..” anak laki-laki itu mengangguk, joohyun kecil pun mengajaknya makan
“makanlah, ramyeon ditempat ini sangatlah enak”
“ehmm.. kau benar..”
“ah.. tapi aku belum tahu namamu, ireumni mwoya..”
“nan.. kim Joon-…” anak laki laki itu teringat pesan ayahnya
‘jangan sampai identitasmu diketahui sembarang orang, kau harus berhati hati’ Joon tak sengaja melihat bungkus ramyeon yang mereka makan
“Myeon..”
“ah… neoi ireumni Kim JoonMyeon..”
“ne.. keurom, neoui Ireum..”
“nan, Joohyun-ineyo.. Go Joohyun,,”
Mereka pun berjalan pulang, sesaat seorang anak laki-laki menghampiri mereka
“kya Joon,,”
“Myeon, jangan lupa itu... panggil aku dengan nama lengkap..”
“mwo…ah.. begitu maaf aku lupa, Joonmyeonie..”
“keurom , Joohyunie, I naui chinguya Park Yeol-,,, Chan”
“yeolchan..???”
“ne..  anyeong Park Yeol Chan, naneun Go Joohyun-imnida”
“ah.. ne..”
“kya, Yeolchan-ah.. waeyo,,”
“wangja-.. ani naui abeoji-neun.. dia mencarimu, karena dia ingin pulang”
“ah.. ne..”
“Joohyun, sampai berjumpa lagi..”
“ne.. Joonmyeonie..”
Flashback off
Joon tak melepas pandangan matanya pada joohyun sesaat ia makin mendekati wajah Joohyun dan mengecup bibirnya. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka di balik pintu yang sedikit terbuka, yang ternyata adalah Inha ia pun menahan perasaan sambil meremas tangannya
 To Be Continue











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

esther_blogspot

So We One

esther_blogspot