so we one
Part IV
Perasaan yang mulai
tumbuh
Skip
time
Paginya
mereka berativitas seperti biasa, dan joohyun berangkat sekolah menggunakan
subway namun saat berjalan menuju sekolah dia merasa ada yang mengikuti.
Setelah sampai disekolah beberapa siswa pun memandang Joohyun kesal dan aneh,
Joohyun pun mulai mengerti bahwa kabar perjodohannya dengan Joon mulai tersebar,
ia pun memasang headphone ditelinganya
“mwowae..
kenapa dia beruntung sekali..”
“kya
kau iri padanya..” Joohyun pun duduk dibangku nya sesaat sunhee datang
“kau
sudah baca di berbagai article pagi ini”
“belum..
tapi aku sudah tahu..”
“Joohyun,
kenapa kau merahasiakan ini dariku”
“aku
juga tidak tahu ini terjadi padaku, aku merasa orang paling malang..” Joohyun
pun menidurkan kepalanya dimeja. Disisi lain Joon terdiam dimeja belajarnya
dengan beberapa siswa yang melihatnya, Joon pun berusaha bersikap biasa. Dan
disisi lain protes terjadi di Keluarga kerajaan
“apa
kau akan menikahkan Kim Joon secepat itu” ujar won myuk
“wae..”
“kenapa
kau melakukan ini”
“aku
memang harus melakukan ini bukan”
“aku
tahu, tapi kenapa Kim Joon harus dijodohkan dengan orang biasanya”
“aku
tidak ingin nasibnya sepertiku, yang harus
menikah diusia tua karena keeogisanku, dan tahktaku terancam, dan aku
tidak ingin tahkta putraku juga terancam”
“heuh,
apa magsudmu..”
“aku
tahu kau berkerjasama dengan Miryeok untuk menyingkirkanku untuk segera
mendapatkan tahkta ini, dan aku tidak ingin itu terjadi, karena aku sudah
limpahkan kekuasaan ku sepenuhnya jika Joon sudah menikah nantinya”
“masih
ada Wonhee dan Gotae.. apa kau melupakan mereka”
“tentu
tidak, mereka akan mendapat bagian masing-masing sesuai hak mereka” won Myuk
pum pergi dari ruangan Kim Moon
Skip
time
Joohyun
duduk dikantin dan Joon menemuinya, dan para siswa berteriak histeris melihat
keduannya, mereka pun tak ketinggalan mengambil foto
“ikut
aku..”
“shireo..”
“lepaskan
headphonemu aku tahu, itu tidak ada suaranya bukan,”
“shireo..”
“apa
kau ingin menolakku, calon tunanganku..”
“AAHHHHKKK…!!!”
seluruh siswa pun berteriak Joohyun pun mulai merasa kesal
“aku
bisa melakukan lebih, hingga mereka mungkin segera lebih mendekat dan semua
jadi kacau” ujar Joon dan mendekat diwajah Joohyun, Joohyun kemudia memegang
tangan Joon dan menariknya pergi
“katakanlah..”
“apa
kau ingat buku-buku apa saja yang kemarin kau ambil”
“mwo..”
“pulang
temui aku kita akan beli buku”
“hanya
itu, kau hampir membuat kekacauan dankau hanya meminta itu”
“ehm…”
“aku
akan memberikan catatan padamu”
“shireo..”
“Kya..”
“kau
menolak”
“anyimnida”
“baiklah,
pulang sekolah tunggu aku digerbang, Ok”
“ne..
wangjanim” Kim Joon pun pergi, dan Joohyun hanya mendecak kesal
“aaahh..
kenapa aku diam saja.. otokae” seiusai pulang sekolah Joohyun berjalan cepat
untuk segera menghindar, namun mobil Kim joon berhenti tepat didepan Joohyun
“apa
kau ingin menghindar..”
“kya..
Joon..” sesaat ponsel Joon Berbunyi dan
Joon pun mengangkatnya
“yebeoseo..”
“tuan muda ada kabar buruk…”ekspresi
Joon berubah drastic ketika mendapat kabar dari telepon tersebut ia langsung
masuk kemobilnya dan melaju dengan kencang
“kya..Joon,
KYA Kim JOON… !!! ada apa..” Joohyun pun berlari pulang untuk segera mendapat
kabar dari ayahnya, setelah sampai dirumahnya ia melihat ayah dan ibunya sedang
menonton televise
“appa..!!”
“pesawat yang ditumpangi keluarga
kerajaan mengalami kecelakaan, pesawat
mengalami kerusakan dan hilang di laut cina saat akan melakukan
penerbangan dari Korea menuju Singapura, sampai saat ini belum ditentukan
berapa korban, karena masih dalam pencarian, namun diperkirakan seluruh korban
meninggal karena salah satu saksi menuturkan pesawat meledak di atas langit dan
hilang di laut cina..”
“bagaimana
ini bisa terjadi.. Kim Moon” Joohyun lantas berlari keluar ia berlari menuju
rumah Kim Joon. Sedangkan dirumah Kim joon sedang diselimuti duka karena
meninggalnya kedua orang tua mereka
“ABEOJI…!!
EOMMA…!!!” teriak Kim Young, Kim Joon hanya bisa terdiam namun airmatanya tak
berhenti mengalir dari matanya
“kenapa,
kalian pergi tanpa pamit..”
“tuan
muda”
“sekertaris
park katakana jika ini adalah berita bohong, katakana jika ini hanya.. ABEOJI..
EOMMA..!!”
“Joon,
aku tahu bagaimana perasaanmu, tenanglah”
“kenapa
ini semua menimpaku..” Joohyun pun hanya dapat melihat Joon dari luar, dia
tidak dapat masuk kerumah Joon saat itu, beberapa hari kemudian jenazah
keduanya ditemukan dan dilakukan pemakaman sesuai adat kerajaan, Joon tampak
sangat terpukul dan tidak memiliki gairah hidup, Joohyun dan yeol yang mencoba
menghampirinya hanya di acuhkan saja olehnya
Beberapa
hari kemdian joon tidak masuk sekolah, Joohyun sangat bingung akan hal
tersebut, sesaat ia mencari Yeol untuk menanyakan Joon
“kya..
Yeol-ah..”
“ne..”
“ah..”
“kau
ingin menanyakan Joon”
“mwo,
bagaimana kau bisa tahu”
“pulang
sekolah nanti ikutlah aku kerumahnya”
“ah..
ne..”
Skip
time
Sepulang
sekolah yeol pun mengajak Joohyun pergi kerumahnya dan joon namun saat itu Inha
pun melihat
“kya,
Inha gadis itu bersama yeol, bukankah dia sudah dijodohkan dengan Joon”
“aku
tidak ingin tahu apa-apa, sudahlah ayo pergi”
Skip
time
setelah sampai dirumah Joon, Joohyun turun
dari mobil dan masuk dirumahnya yang kini hening dan tampak masih berkabung
“kau
bisa menemuinya dikamarnya, atau mungkin dibalkon, aku akan ganti baju dulu”
“ne,
gumawo..” sesaat Kim Young berjalan menuruni tangga dan melihat kedatangan
Joohyun
“eonnie..”
Kim Young lantas memeluk Joohyun
“youngie-ssi..”
“eonni,
ottokae.. eonnie..” tak berselang lama mereka duduk bersama ditaman
“aku
tidak menyangka ini terjadi, aku masih ingin bersama mereka, dan aku ingin
mereka melihat pernikahanku nanti, tapi ini semua..”
“Youngie-ssi,
Tuhan akan berikan jalan terbaik, bagi kita semua, ini semua akan ada hikmahnya
dan pasti orang tuamu pasti sedang bahagia di atas sana”
“eonnie,
saat ini aku butuh seseorang sepertimu, eonnie..” Kim Young pun memeluk joohyun
kembali
“Joon
oppa, pasti juga terpukul sepertiku,, bahkan makanan yang sediakan pelayan
tidak ia makan, aku takut terjadi apa-apa dengannya eonnie, eonnie, bisakah
eonnie menemuinya, sekarang hanya joon oppa, Yeol oppa, sekertaris Park dan kau
yang kupunya didunia ini, jangan tinggalkan aku”
“ne,
aku tidak akan meninggalkanmu Youngie, aku akan selalu bersamamu”
Joohyun pun memutuskan untuk pergi menemui
Joon ia pun berjalan di rumah nan besar itu namun ia bertemu Joon diruang tamu,
Joon tampak pucat dan tak bersemangat
“joon-ah..”
“apa
yang kau lakukan disini”
“joon-ah,
aku mendengar kau belum makan beberapa hari ini”
“lalu
apa urusanmu”
“aku..
mungkin aku tidak pernah merasakan rasa kehilangan seperti yang kau rasakan
tapi setidaknya, aku ingin mencoba menghiburmu”
“pergilah..”
Joohyun makin mendekat dengan joon
“joon-ah
kumohon, setidaknya biarkan aku meringkan bebanmu, biarkan aku mencobanya” tak
lama Joon pun memeluk Joohyun
“apa
yang harus kulakukan sekarang, aku takut sekali, aku tak bisa melakukan apapun
sekarang, aku tidak bisa melakukan apapun tanpa mereka, kenapa mereka begitu
cepat pergi, dan meninggalkanku dengan dunia yang bodoh ini, Joohyun kumohon
tetaplah disisiku aku sangat membutuhkanmu sekarang”
“menangislah
joon, menangislah sepuasmu sampai hatimu merasa tenang dan nyaman, aku akan
selalu disisimu” tanpa disadari Yeol melihat kejadian tersebut
Joon
pun mengajak Joohyun ketaman dan menunjukannya sesuatu
“ini
adalah kalung pemberian kakekku, dia bilang ini adalah kalung keberuntungan
yang dipakai para jendral saat perang, dan kalung ini diberikan secara turun
temurun, mungkin abeojiku tidak tahu jika harabojiku memberikan ini padaku”
“kalung
yang lucu”
“aku
akan memakai ini, saat aku akan diangkat menjadi putra mahkota aku akan
memberikan ini padamu”
“kenapa
padaku”
“hidup
disini begitu keras dan mengancam, aku ingin kau memakai ini agar aku
beruntung, dan keberuntungan itu akan selalu bersamaku, lusa kita akan resmi
bertunangan, dan besoknya aku akan diangkat menjadi putra mahkota, posisi yang
paling aku takuti”
“kau
tak perlu takut,karena keberuntungan dan keselamatan akan selalu bersamamu”
mereka pun mendekatkan wajahnya satu sama lain, sesaat bibir mereka saling
bersentuhan, semakin erat Joon memeluk Joohyun, sesaat mereka melepas tautan mereka
“joon-ah..”
“aku
akan berjanji menjagamu” sesaat wajah mereka saling mendekat jantung mereka pun
terpacu kecang sesaat sebuah ciuman mendarat dibibir Joohyun, Joohyun hanya
terdiam tanpa mematung ia merasakan waktu telah berhenti saat itu
To
be continue
Tidak ada komentar:
Posting Komentar