So we One 6










Part VI
Awal

Pagi pun menjelang acara pun dipersiapkan seperti makanan dan dekor sudah tertata rapih, keamanan pun sudah bersiaga diberbagai tempat,bahkan pers sudah berbaris menunggu acara ini. Sesaat Yeol menemui Joon
“kami sudah mempersiapkan semuanya”
“yeol..”
“ne..”
“aku mohon tetap dibelaKimku sampai akhir, karena aku takut jika terjadi suatu hal yang buruk”
“tidak akan, Joon-ah, kami selalu ada untukmu, kau jangan khawatir”
“pamanku pasti sudah menyiapkan banyak rencana untukku dan Joohyun”
“joon”
“ehm…”
“bolehkah aku bertanya..”
“ne.. tentu..”
“kenapa kau memilih Joohyun daripada Inha”
“kenapa kau menanyakan itu”
“apa karena Joohyun berasal dari keluarga biasa, makanya kau..”
“jangan tanyakan hal seperti itu, aku juga tidak tahu kenapa Joohyun, aku pun tak tahu kenapa aku bisa memilihnya saat ini, yang kupikirkan sekarang jawabannya bersama abeojiku, dan tentang Inha,aku tidak bisa karena, kupikir orang yang selama ini setia bersamaku, menaruh persaannya padanya, tapi sekarang entah kenapa aku rasa hal yang kupikir itu salah, dan kuharap yang kurasa itu juga salah” Joon pun pergi meninggalkan Yeol
“bukan.. bukan inha, bukan inha yang kusuka, maaf tapi perasaanku telah mengkhianati kepercayaanmu, karena aku menyukai Joohyun”

Other place
Minhyun sedang melihat-lihat suasana acara yang banyak dihadiri oleh beberapa orang penting, ia pun mencoba memotret pemandangan tersebut, namun ia melihat Miryeok datang, segera Minhyun menghindar dan mencari Joohyun
“NOONA…!!” Joohyun pun menyuruh pergi orang yang meriasnya
“kau ini kenapa, kenapa kau berteriak”
“orang yang kemarin datang kerumah saat ini dia hadir dipesta, ini pria ini yang mengancam appa” Minhyun pun menujukan foto yang diambil minhyun dan dibandingkan saat Miryeok datang kerumahnya tempo hari dan hari ini
“orang ini sama bukan”
“jangan beritahu siapapun foto ini terutama keluarga kerajaan”
“mwo.. kenapa,”
“aku tidak ingin terjadi masalah, mungkin appa benar agar tidak memberitahu siapapun tentang masalah ini”
“tapi Noona..” sesaat pelayan pun datang untuk menjemput Joohyun untuk naik kealtar
“nona, saatnya anda naik” Joohyun pun berjalan menuju altar, dengan sorotsn ribuan kamera yang meliputnya, ia merasa sedikit canggung dengan situasi ini, sesaat ia duduk sejajar dengan joon
“aku tidak biasa dengan situasi seperti ini”
“kau akan terbiasa dengan semuanya” sesaat cicin tunangan turun temurun pun datang dan dihadapkan dengan joohyun dan joon
Joon mengambil Cincin itu dan mengambil tangan Joohyun lalu memasangkan cincin itu padanya, perlahan cincin bertahtakan berlian itu memasuki jari manis Joohyun, ribuan kamera pun mengabadikan moment itu dengan baik, Jang Miryeok pun pergi meninggalkan pesta itu sedangkankan wonKim hanyaa meremas tangannya menahan emosi, media dikorea pun menampilkan upacara pertunangan tersebut. Inha yang melihat acara itu hanya tertunduk diam, Yeol pun merasa bersalah pada Inha karena ia yang memaksa Inha datang keacara ini. Sedangkan Gotae dan Wonhee berada diluar
“apa yang kau lakukan diluar”
“tidak ada hubungan denganmu. Hee-ya”
“wae, kau pasti iri dengan Joon karena ia akan mengusai tahkta bukan”
“kau pikir aku tidak tahu apa yang ada di otakmu, kau juga menginginkan tahkta itu bukan”
“kami menyadari, kami hanya keluarga kerajaan yang tidak memiliki hubungan darah sama sekali, karena kakek buyutku hanya seorang anak jendral yang diangkat menjadi anak oleh raja KimHo pada saat itu, hingga kakek ku dan raja KimHee bersaudara adopsi, tapi kami juga mengincar kekuasaan, sama seperti keluarga dari anak selir sepertimu”
“heh.. setidaknya, kami lebih tinggi derajatnya daripada keluarga adopsi sepertimu, Wonhee, namamu sama seperti kakek buyutmu bukan, semoga nasibmu seberuntung kakek buyutmu itu” Gotae pun meninggalkan Wonhee

Sesaat Joon dan Joohyun duduk didepan pers untuk mengumumkan pertunangan mereka, media pun siap melempar ribuan pertanyaan untuk mereka
“Putra mahkota KimJoon, apa anda merasa bahagia sekarang sudah bertunangan dengan yeoja yang anda sangat cintai”
“ne, aku sangat bahagia, ini adalah hari yang kami inginkan selama ini, hari yang kami nantikan, karena kami saling mencintai”
“lalu bagaimana dengan kabar hubungan anda dengan choi inha”
“kami, hanya berteman baik, bahkan Choi Inha, memiliki orang yang ia cintai sendiri, begitu pula denganku” Joon memandang wajah Joohyun yang tampak tegang
“chagia, jangan tegang,kau harus rileks, tak perlu tegang seperti ini ada aku disampingmu” media pun member sorakan atas keromantisan Joon dan Joohyun
“ne,Oppa..”
“nona Joohyun, apa perasaan anda dapat bertunangan dengan putra mahkota Negara ini”
“aku merasa beruntung, bukan karena aku bertunangan dengan putra mahkota, tapi karena aku bisa bertunangan dan bisa mencintai KimJoon orang yang selama ini kucintai, aku meras beruntung karena aku bisa bertemu dengannya”
“nona Joohyun, bagaiman jika putra mahkota kehilangan tahktanya, apa anda masih ingin bersamanya”
“bukankah sudah kubilang, jika aku beruntung karena aku bisa memilikinya sebagai Kimjoon bukan sebagi putra mahkota, jadi biarpun Kimjoon oppa kehilangan tahktanya aku akan tetap disampingnya dan selalu bersamanya walau apapun yang terjadi aku akan selalu mencintainya”
“putra mahkota, apa anda merasa ini bukan sebuah tekanan bagi anda, bukankah anda masih muda dan tidak seharusnya anda menerima perjodohan ini, begitu pula anda nona joohyun bukankah anda tidak terlalu akrab disekolah dengan putra mahkota?”
“wartawan Seo, apa yang anda katakana, itu sudah keterlaluan”
“tidak apa-apa, tuan Mae, wartawan Seo tentu boleh mempertanyakan hal itu saat ini, karena ini adalah konversi pers, dan aku dan Joohyun akan menjawabnya, bukan begitu tuan Seo” Joon Memandang wajah wartawan Seo sedikit menyindir
“aku dan Joohyun menerima perjodohan ini, karena orang tua kami selain itu kami memiliki perasaan satu sama lain yang kami sendiri belum sadari saat itu, tapi karena pertemuan itu, kami menyadari bahwa seharusnya kami ditakdirkan bersama, dan saat ini aku tidak ingin kehilangan Joohyun karena hanya dia yang mampu mengusir kesedihanku, karena kehilangan orang tuaku saat itu, aku tidak tahu lakukan saat itu, tapi saat joohyun datang memelukku, aku tersadar bahwa ada seseorang yang mencintaiku, yang selalu disisiku, dan aku ingin hidup selamanya dipelukannya, bahkan aku takkan bisa bernapas tanpa dia disisiku” Joohyun sedikit luluh hatinya oleh perkataan Joon malam itu, Joohyun pun merasa jatuh cinta dengan Joon pada saat itu, tapi ia mencoba menyakal perasaannya
Malam itu berakhir Joohyun dan keluarganya pun diantarkan pulang kerumahnya, rumah mereka kali ini dijaga ketat oleh beberapa penjaga sewaan kerajaan, Joohyun pun mulai meraskan ketidaknyamanan karena perlakuan ini. Setelah mandi dan ingin beristirahat joohyun masih teringat dengan perkataan Joon pada pers malam tadi
“pasti pikiranku yang berlebihan, tidak mungkin namja seperti itu mengatakan hal seperti itu dari hatinya” sesaat ia menerima pesan dari Joon
‘temui aku di halaman depan rumah’ setelah mendapat pesan itu Joohyun pun pergi kedepan kehalaman depan rumahnya, dan melihat Joon sudah berdiri disana
“apa yang kau ingin bicarakan”
“dengar, aku hanya bicara sebentar, karena aku bersiap untuk penobatanku besok”
“apa yang harus kusiapkan”
“semuanya, semuanya dari ujung rambut sampai kaki, kau harus terlihat layak, dan siapkan ribuan tenaga dan ungkapan palsumu besok, seperti yang kita lakukan tadi”
“ungkapan palsu..?”
“keurae, semua ini adalah kepalsuan menurutku, semuanya adalah sebuah boneka yang sedang dimainkan, oleh seseorang dan kita yang akan menjalankannya, tapi kenapa denganmu, apa kau merasakan sesuatu, apa kau pikir perkataanku pada pers adalah sebuah kenyataan, apa kau pikir begitu”
“… heuh.. apa aku semurahan itu, berpikir ucapan yang keluar dari mulutmu itu sebuah kenyataan, bodoh sekali jika aku mencerna ungkapan menjijikan itu sebagai ungkapan hati, itu terlalu konyol”
“baguslah jika kau berpikir seperti itu,jadi aku tak perlu mengingatkanmu berulang kali bahwa ini semua adalah sandiwara yang bisa kita akhiri kapan saja, dan kita bukanlah satu, kita berbeda, kita tidak sama, walau dilihat dari cara apapun”
“kau benar, kita bukanlah satu, dan kita tidak akan pernah jadi satu, meski apapun yang terjadi hal konyol seperti itu tidak akan terjadi, bahkan membayangkannya saja itu sudah memuakkan”
“akhirnya kau sadar bagaimana kondisi kita, tidurlah nyenyak mala mini, aku tak ingin acara akan rusak karena pers menemui keanehan diacara besok, kalau perlu minumlah vitamin” Joon pun pergi, dia pun merasa sedikit kecewa dengan jawaban Joohyun yang ketus dan Joon berpikir perasaannya kembali bertepuk sebelah tangan, begitu pula Joohyun, ia berharap apa yang Joon katakan adalah dari hatinya bukan ungkapan palsu yang terpaksa joon katakan


Paginya pulusan pers memenuhi istana untuk menyaksikan penobatan putra mahkota yang baru. Joon menegnakan pakaian adat dan membaca beberapa naskah lama yang turun temurun, sedangkan Joohyun mencoba mengenakan pakaian adat yang serasi, ia pun ditinggal sendiri untuk membaca naskah lama yang sama seperti Joon, sesaat pelayan masuk kekamar Joon dan Joohyun secara bersamaan dan memberikan sebuah surat, Joon pun segera membukannya dan membacanya ia pun kaget dan menahan amarahnya
“ini adalah awal dari permainan ini, jika kau tidak mampu mundur dari sekarang atau orang orang yang kau cintai nyawanya akan terancam” disisi lain Joohyun juga ketakutan membaca surat misterius itu
“kau telah masuk dalam permainan ini, jangan salahkan aku jika diakhir nanti ada orang yang harus tersakiti” sesaat Joon masuk keruangan Joohyun dan membaca surat misterius itu
“Joon-ah..”
“kau tenang saja, ini hanya ancaman bodoh, jangan takut karena aku akan selalu disampingmu” Joon pun memeluk Joohyun
“ottakheayo, siapa sebenarnya dia, aku takut jika terjadi apa-apa nantinya”
Di isatana, miryeok mengobrol dengan beberapa tamu undangan, sesaat ada seorang pelayan menghampirnya dan membisikan sesuatu padanya, Miryeok pun tersenyum dan melanjutkan obrolannya dengan tamu, tak berapa lama acara dimulai, dan beberapa tamu undangan duduk ditempatnya, takberapa lama pula keluarga kerajaan masuk dan menempati altar utama, sesaat Joon Joohyun pun masuk dan disambut dengan meriah
Joon dan joohyun pun mengikuti upacara adat untuk penobatan Joon,saat upacara adat mereka pun saling memandang satu sama lain, mata mereka pun memancarkan roman cinta yang mulai tumbuh dalam hati, walau sedikit mengelak perasaan yang ada namun hati mereka tak bisa menyakalnya.
Joon pun diberi mahkota simbolis kerajaan dan diberi jubah simbolis begitu, kemudian ia berdiri dihadapan khalayak umum dan member salam dan penghormatan. Para tamu dan orang yang ada disana pun membalas salam itu seraya menundukan badannya kearah Joon dan tetua kerajaan yang berdiri disinggah simbolis kerajaan
apa yang harus kulakukan pada mereka yang sudah percaya padaku, aku tidak bisa terus seperti ini, haruskah aku melakukannya’ batin Joon, ia pun memandang Joohyun
ya, aku bisa melakukannya, aku tidak boleh mengecewakan mereka, setidaknya aku telah diberi tanggung jawab besar,dan aku harus menjaganya aku tidak boleh mengecewakan mereka apapun yang terjadi, dan Joohyun, dia terjebak seperti ini karena kesalahanku, ia terlibat dalam hal ini karenaku, aku tidak bisa membiarkannya dalam masalah karenaku, setidaknya aku harus berkorban deminya dan demi mereka apapun itu, aku harus melakukannya, walau mungkin aku mungkin akan kehilangan nyawaku’ lanjutnya, pers pun segera memberitakan berita ini keseluruh media di Korea, dan berita ini menjadi trending topic setelah pertunangannya kemarin. Joon turun dan ingin member salam kepada semua pers, sesaat Joohyun datang menghampirinya
“joon-ah..”
“persiapkan apa yang kukatakan semalam, jika tidak seluruhnya akan berakhir sekarang” Joon pun duduk didepan pers sesaat Joohyun berada disampingnya dan memberikan senyuman pada pers dan member salam
“kami berterima kasih pada kalian semua, terima kasih karena kalian kami bisa bertahan sampai saat ini, kami bersyukur memiliki kalian semua, tanpa kalian semua kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, maka dari itu kami berjanji untuk segenap jiwa dan raga kami, kami akan selalu bekerja keras untuk kalian semua” Joon pun menunduk dan menutup jumpa pers saat itu juga
Disisi lain Gotae dan ayahnya mengobrol bersama
“posisinya kini sudah mengunggulimu jauh daripada yang kita duga, mereka juga lebih cerdas dari pada yang kita pikirkan, sekarang yang bisa kita lakukan adalah merusak yang sudah ada saat ini”
“mwo, magsud ayah”
“kita ikuti permainan saat ini sambil kia merusak satu persatu dari permainannya”
“tidak ayah, semua sudah berakhir, semuanya sudah terlambat, tidak ada lagi yang kita bisa lakukan, Joon telah menjadi putra mahkota, otomatis kekuasaan perusahaan ada ditangannya dan kita, kita akan didepak dari perusahaan oleh Joon dan mereka akan menertawakan kita”
“joon dan mereka masih membutuhkanku, jadi tidak mungkin jika mereka mendepak kita, beberapa investor penting adalah relasiku, jadi jika mereka mendepakku, mereka juga akan kehilangan investor”
“lalu apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan yang joon miliki saat ini”
“jangan terlalu gegabah, sudah kukatakan untuk mengikuti alur yang telah mereka buat, lalu jika ada kesempatan kita singkirkan Joon, karena Joon terlalu lemah untukku”

Joon berjalan lemah menuju ruangannya sesaat  yeol datang dan memapahnya
“apa kau sakit”
“ani, kamera itu membuat mataku sedikit kabur, aku jadi tidak focus”
“apa kau yakin” sesaat Joohyun berada dibalik tembok dan melihat Joon dan Yeol
“ia kau tidak terlalu khawatir, aku tidak apa-apa, lihatlah aku baik-baik saja”
“kau pasti kelelahan bukan, kau menyiapkan semua ini, dan kudengar dari pagi kau tidak makan”
“Kya, park Yeol aku tidak apa-apa, kau tahu aku bukan”
“joon, aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu”
“yang terpenting kali ini sudah terlewati dan aku akan melanjutkannya, aku sangat memerlukan bantuanmu dan semua orang, aku tidak bisa sendiri menghadapi ini semua, kumohon kau bisa membantuku”
“Joon, aku akan selalu bersamamu”
To be continue






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

esther_blogspot

So We One

esther_blogspot